Indonesia Mencatat Rekor Tertinggi COVID-19
beritapapua.id - Indonesia Mencatat Rekor Tertinggi COVID-19 - AyoBogor

Indonesia Mencatat Rekor Tertinggi COVID-19 – Pada hari Rabu (10/6), tercatat penambahan kasus positif covid-19 sebanyak 1.214 orang dari seluruh daerah di Indonesia. Angka ini merupakan angka yang tertinggi semenjak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Indonesia mencatat total kasus positif covid-19 sebanyak 34.316 kasus. Dengan rincian 12.129 pasien telah dinyatakan sembuh dan 1.959 orang yang meninggal dunia. Penambahan 1.214 kasus baru ini diperoleh dari pemeriksaan 17.757 spesimen. Provinsi Jawa Timur mencatat penambahan kasus terbanyak yakni sebesar 273 kasus. Sulawesi Selatan yang mencatat penambahan 189 kasus dan DKI Jakarta yang mencatat penambahan 157 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa faktor tracing contact yang lebih masif menyebabkan rekor tertinggi jumlah penambahan kasus covid-19. Untuk penerapan kelaziman baru, Presiden Jokowi memang menekankan agar tiap daerah di Indonesia semakin gencar melakukan pengujian spesimen serta tracing yang agresif. Jokowi menetapkan target pemeriksaan spesimen sebanyak 20 ribu spesimen per hari.

Baca Juga: Kondisi Masyarakat Terdampak Papua Terkait Pandemi Covid-19

Sulawesi Selatan Semakin Gawat

Pada tanggal 13 Juni 2020, kasus positif covid-19 di Sulsel sebanyak 2.707 kasus. Sebanyak 866 pasien dinyatakan sembuh dan 110 orang meninggal dunia. Terdapat penambahan 189 kasus positif di Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan penambahan yang paling banyak terdapat di Makassar yakni sebanyak 166 kasus.

Sebelumnya pada Selasa (9/6), melalui channel youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan bahwa tingginya kasus di Makassar disebabkan oleh pelonggaran PSBB yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar. Namun Nurdin juga mengatakan bahwa beberapa daerah di Sulawesi Selatan masih termasuk dalam zona hijau seperti Kabupaten Toraja Utara. Dia pun optimis bisa mengubah Sulsel dari zona merah menjadi zona hijau covid-19.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan bahwa penambahan jumlah kasus ini disebabkan oleh test masif yang dilakukan gugus tugas kepada warga dan juga oleh tracing pasien covid-19. Ichsan pun menambahkan bahwa peningkatan ini masih terkontrol. Hal ini memang merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulsel dalam memotong mata rantai penyebaran covid-19.