Indonesia, Negara Asia Pertama yang Berlaga di Piala Dunia

Negara Asia Pertama yang Berlaga di Piala Dunia – Sepak bola dan Indonesia sepertinya tidak pernah bisa terpisahkan. Permainan yang dibawa oleh Belanda pada tahun 1914 ini, bisa ditemui di mana-mana, dari kota hingga ke perkampungan. Dari sudut-sudut kampung hingga stadion mentereng, permainan ini tak mengenal usia, suku dan ras.

Sangking lekatnya masyarakat dengan sepak bola, turnamen dari tingkat Tarkam (antar kampung) hingga klub profesional pun kerap digelar. Sebelum prestasi Indonesia mengalami pasang surut pada zaman modern ini, Indonesia ternyata merupakan negara Asia pertama yang berlaga pada kompetisi paling bergengsi di dunia, yakni FIFA World Cup.
Pada tahun 1938, squad Indonesia yang terdiri dari 17 pemain yang beranggotakan etnis Tionghoa, Indo-Eropa dan Pribumi, diberangkatkan menggunakan kapal untuk berlaga di FIFA World Cup, di Perancis.

Seperti yang kami lansir dari Liputan6.com, dicatatkan oleh koran Sin Po, squad Timnas ini berangkat menggunakan kapal MS Johan van Oldenbarnevelt dari Tanjung Priok. Dengan memakan waktu lebih dari dua bulan, Indonesia tiba di Den Haag, Belanda dan melanjutkan perjalanan ke Perancis dengan menggunakan kereta.

Pertarungan Gengsi PSSI dan Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU) Berlaga di Piala Dunia

Baca juga: Lelah Tanpa Beraktivitas? Waspadai 3 Hal ini

Sebelum berangkat mengikuti laga bergengsi ini, Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda sedang mengalami kemelut antara dua organisasi sepak bola nasional. PSSI yang membawahi para pemain Pribumi dan persatuan sepak bola Hindia Belanda, NIVU.
Ketidaksepahaman yang berangkat dari gengsi antar organisasi ini, akhirnya menemui solusi dengan pemilihan Timnas yang beranggotakan campuran pemain yang bernaung di bawah kedua organisasi induk ini.

Achmad Nawir, Kapten Tim Hindia Belanda
Achmad Nawir, Kapten Tim Hindia Belanda

Kehadiran Timnas Menarik Perhatian

Kehadiran Timnas Indonesia, yang kala itu bernama Hindia Belanda. Bahkan menarik perhatian penonton yang penasaran dengan negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia.

Disambut oleh gerimis hujan dan ratusan penggemar di Den Haag. Timnas Indonesia yang digawangi oleh Achmad Nawir, sempat berlaga dalam beberapa pertandingan persahabatan dengan klub lokal di Belanda.

CJ Goorhof, wartawan Belanda mendeskripsikan pemain Timnas Indonesia ini sangat sopan, ketika memasuki stadion untuk bertanding. Gestur tubuh yang membungkuk memberi hormat, menarik simpati para penonton yang kala itu memadati stadion. Menurut Goorhof, ketika Indonesia bertanding melawan Hungaria, seperti menonton raksasa yang sedang bertanding melawan kurcaci. Fisik pemain Indonesia yang kecil layaknya standar orang Asia saat itu, kelihatan sangat mencolok dibandingkan pemain Hungaria yang tinggi besar.

Meskipun Timnas Indonesia dibabat dengan skor 6-0 untuk kemenangan Hungaria. Tapi berlaganya Indonesia kala itu adalah harapan. Bahwa Indonesia memang berbakat dalam memainkan kulit bundar ini.