Ingin Kembali ke Jakarta, Pemudik Harus Punya Surat Izin
beritapapua.id - Ingin Kembali ke Jakarta, Pemudik Harus Punya Surat Izin - Freepik

Ingin Kembali ke Jakarta, Pemudik Harus Punya Surat Izin – Bagi masyarakat yang sebelumnya berhasil mudik, dipastikan akan sulit masuk Jakarta. Sebab, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memperketat penyekataan arus balik. Mulai akses di pintu-pintu tol, jalan arteri, sampai mempertebal penjagaan di jalur tikus yang biasa menjadi alternatif pemudik. Hal ini dilakukan untuk mencegah masyarakat masuk kembali ke area Jakarta.

Untuk dapat kembali memasuki Jakarta, ada persyaratan baru yang harus dipenuhi pemudik. Yakni harus punya SIKM (Surat Izin Keluar atau Masuk). Jika tidak, maka pemudik akan disuruh putar balik.

Sementara bagi masyarakat yang berhasil lolos penyekatan, pihaknya telah menyiapkan skenario khusus berupa karantina kesehatan selama 14 hari. Hal itu guna menjamin masyarakat yang terlanjur masuk Jakarta bebas Covid-19.

SIKM bertujuan untuk menjaring pemudik yang akan masuk kembali ke Jakarta. SIKM ini juga merupakan akses bagi warga yang tetap diperbolehkan beraktivitas selama masa PSBB di Jakarta. Mengacu pada Pergub No 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, ada 11 sektor yang tetap diperbolehkan untuk beraktivitas selama PSBB.

Adapun 11 sektor tersebut diantaranya Bahan pangan/makanan/minuman, Kesehatan, Energi, Komunikasi dan Teknologi Informasi. Selain itu juga untuk Logistik, Keuangan, Konstruksi, Perhotelan, Pelayanan dasar/objek vital, Industri strategis, dan Kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Pusat Perbelanjaan Jakarta Aktif Kembali Mulai 5 Juni 2020

Bagaimana Cara Pembuatan SIKM Jakarta

Untuk domisili Jakarta, persyaratan meliputi:
1. Surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tinggalnya.
2. Surat pernyataan sehat bermaterai.
3. Surat keterangan:
4. perjalanan dinas keluar Jabodetabek (untuk perjalanan sekali)
5. Surat keterangan bekerja bagi pekerja yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek (untuk perjalanan berulang) atau
6. Surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui oleh pejabat berwenang (untuk perjalanan berulang).

  1. Pas foto berwarna.
    8. Pindaian KTP.

Untuk domisili Non-Jabodetabek, persyaratannya yaitu:
1. Surat keterangan dari kelurahan/desa asal.
2. Surat pernyataan sehat bermeterai.
3. Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja (untuk perjalanan berulang).
4. Surat Tugas/Undangan dari instansi/perusahaan tempat bekerja di Jakarta.

  1. Surat jaminan bermeterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang diketahui oleh Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali).
    6. Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat.
    7. Pas foto berwarna.
    8. Pindaian KTP.