Inilah 4 Golongan yang Tidak akan Tersentuh Api Neraka
Jamaah umat Islam sedang melangsungkan ibadah (foto : tribunnews.com)

Neraka dan surga itu nyata. Sebagai bentuk kesempurnaan iman kita sebagai muslim, memercayai dua hal tersebut adalah wajib. Oleh karenanya, hal tersebut harus terwujud dalam perilaku kita sehari-hari.

Salah satu cara untuk mewujudkan iman kepada akhirat adalah berupaya agar tidak masuk neraka. Atau, minimal menjauh darinya. Dalam sebuah hadis, terdapat 4 golongan yang tidak akan tersentuh api neraka.

Hadis ini sekaligus menjelaskan cara untuk menjauh dari api neraka. Kemudian, sebagai bentuk keimanan kita terhadap hari akhir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?” Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab: “(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).
Dengan demikian pada hadis tersebut Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebut hayyin, layyin, qarib dan sahl. Jadi, siapakah mereka?

1. Hayyin: Orang yang Tawadhu dan Tidak Sombong

Pertama, ialah mereka yang termasuk sebagai golongan layyin. Sebagian ulama menyebut golongan ini adalah orang yang tawadhu dan tidak sombong. Selanjutnya, mereka berhati tenang, tidak gampang marah, tidak mudah melaknat dan teguh pendirian.

Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ اللهُ

“Siapa yang tawadhu’ karena Allah, maka Allah akan mengangkat (derajat) nya (di dunia dan akhirat), dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Mandah dan imam Abu Nu’aim dari sahabat Aus bin Khauli r.a.

2. Layyin: Manusia yang Lembut dan Santun

Kedua merujuk pada manusia dengan sifat yang lembut dan santun. Sifat ini agaknya sudah sangat sulit kita temui. Hanya segelintir orang yang dapat berperilaku demikian kepada sesama. Mereka selalu menginginkan kebaikan serta memiliki perkataan yang menenangkan orang lain.

Allah berfirman dalam surat Al Imran ayat 159.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”

Baca Juga : Masyarakat Papua Harus Ikut Andil Dalam Revisi UU Otsus Papua

3. Qarib: Gemar Menebar Salam dan Menyenangkan

Kemudian, adalah golongan manusia yang gemar menebar salam dan menyenangkan. Orang yang gemar menebar salam biasanya memiliki wajah yang menyenangkan. Selain itu, mereka juga murah senyum, ramah, dan pandai bergaul dengan orang lain.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjawab pertanyaan seseorang,

أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ « تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

4. Sahl: Tidak Mempersulit Orang Lain dan Banyak Solusi

Selanjutnya, ialah orang yang bijak. Salah satu sifat yang paling orang rindukan dari orang bijak adalah solusinya. Selain itu, orang seperti itu selalu punya cara untuk tidak menyusahkan orang lain.

Dari Abi Shirmah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَعَنْ أَبِي صِرْمَةَ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -{ مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَلله, وَمَنْ شَاقَّ مُسَلِّمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ } أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ.

“Barangsiapa yang memberi kemudharatan kepada seorang muslim, maka Allah akan memberi kemudharatan kepadanya, barangsiapa yang merepotkan (menyusahkan) seorang muslim maka Allah akan menyusahkan dia.”

Jadi, kita telah mengetahui golongan orang yang tidak tersentuh api nereka. Selanjutnya, kita dapat berusaha untuk menjadi salah satu dari golongan tersebut.