Inilah Penjelasan Arti Nama Papua dari Berbagai Bahasa
Beritapapua.id - Inilah Penjelasan Arti Nama Papua dari Berbagai Bahasa - sejarahpapua

Inilah Penjelasan Arti Nama Papua dari Berbagai Bahasa – Papua seakan memiliki 1001 kisah yang tidak akan pernah ada habisnya. Mulai dari alam yang indah, manusia yang arif, hingga budaya lokalnya yang inspiratif. Papua selalu menyuguhkan hal yang berbeda bagi khalayak dunia.

Ia memiliki gunung tertinggi Asia tenggara dan memiliki hutan mangrove terbesar kedua dunia. Tak ayal ia terkenal sebagai serpihan surga yang jatuh ke dunia. Hingga kini, ia terus menjadi tujuan para pelancong baik dari dalam negeri atau internasional.

Tak hanya mereka yang gemar berwisata. Mulai dari jurnalis hingga akademisi, tak ada yang kuat menahan pesona Papua. Baik penelitian sejarah, sosial maupun budaya, Papua menyediakan lahan bagi mereka.

Namun, pernahkah Anda bertanya asal nama pulau Papua yang berada pada ujung timur Indonesia itu? Mengutip dari detik (19/08/2019), Hari Suroto, seorang peneliti dari Balai Arkeologi Papua menjelaskan hal tersebut.

“Papua berasal dari bahasa Melayu yang artinya keriting. Arsip Portugis dan Spanyol abad ke-16, nama Papua mereka gunakan untuk menyebut orang dan tempat di Kepulauan Raja Ampat dan pesisir barat Papua,” jelasnya.

Adapula orang Belanda yang menyebut Papua dengan sebutan Papua Niew Guinea. Namun, sebutan ini mengacu pada pulau Papua keseluruhan, termasuk pula Papua Nugini.

“Orang Belanda menyebut Pulau Papua dengan nama Niew Guinea kalau orang Inggris menyebutnya New Guinea. Nama itu diperkenalkan oleh pelaut Spanyol, Ynigo Ortiz de Retes di tahun 1545,” terang Hari.

Hari menjelaskan bahwa Antonio d’Arbreu pertama kali mencatatkan nama Papua pada tahun 1551. Ini menjadi sejarah yang menggambarkan bahwa pulau tersebut resmi pertama kali tercatat dengan nama Papua.

Baca Juga: Edo Kondologit Musisi Yang Bangga Menjadi Orang Papua

Beragam Makna ‘Papua’

Hari melanjutkan bahwa makna Papua tak serta merta berasal dari luar Papua. Kata tersebut juga dapat dimaknai dari kacamata orang lokal. Menurut Hari, Papua juga ada dalam khazanah bahasa Biak.

Orang Biak menyebut Papua dengan sebutan ‘sup-i-papwah’ yang artinya matahari tenggelam. Menurut Hari, orang Biak kerap melihat dataran Papua sebelah barat sebagai tempat tenggelamnya matahari.

“Yang artinya, tanah di bawah matahari terbenam. Sebab, orang Biak melihat dataran besar (Pulau Papua) di sebelah barat tempat matahari tenggelam,” paparnya.

Pahlawan Nasional Indonesia asal Papua, Frans Kaisiepo, pernah melontarkan sebuah nama untuk tanah kelahirannya. Ia menyebut Papua dengan nama Irian. Menurutnya, nama Irian memiliki makna yang Indah. Hari pun angkat bicara.

“Irian berasal dari bahasa Biak, yaitu Iryan yang artinya sinar matahari yang menghalangi kabut di laut. Maknanya adalah harapan bagi para nelayan Biak untuk mencapai tanah daratan Papua,” jelas Hari.

Dalam bahasa Biak, Irian juga dapat bermakna panas. Sedangkan dalam suku Marind Merauke, Irian memiliki arti tanah air.

Nama Irian kemudian menjadi populer pada masa Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Ia menyebut Irian sebagai kepanjangan dari ‘Ikut Republik Indonesia Anti Netherland’. Namun dalam perkembangan zaman, Nama Irian berganti menjadi Papua pada tahun 2004 oleh Presiden ke-4 Indonesia, Gus Dur.

“Banyak orang Indonesia belum mengenal betul papua dan manusianya, karena letaknya yang jauh. Tapi bagi mereka yang pernah berkunjung ke Papua, pasti jatuh cinta dengan pengalaman yang berkesan,” pungkas Hari.