Ini Wilayah Indonesia yang Mengandung Uranium, Adakah Papua?
Tambang Uranium di India (foto : bbc.com)

Ini Wilayah Indonesia yang Mengandung Uranium, Adakah Papua? – Kabar terakhir dari PT Freeport pada tambang Grasberg Papua bahwa mereka akan segera mengakhiri kegiatannya. Untuk menutup tambang dan galian, mereka menyiapkan sekitar 6 triliun.

Kendati demikian, penutupan tambang tidaklah cepat. Kabarnya, kontrak Freeport masih berlanjut hingga tahun 2041 terkait operasi tersebut. Namun, yang menarik dari isu tersebut adalah perihal penambangan uranium.

Ada isu bahwa setelah penambangan emas, akan ada penambangan uranium pada negeri Cenderawasih tersebut. Lantas, apakah itu benar? Bagaimana faktanya?

BATAN: Potensi Uranium dan Torium Indonesia Mencapai 204 Ton

Berdasarkan penelitian terakhir oleh Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan), Indonesia memiliki potensi yang cukup besar terkait bahan bakar nuklir. Dua mineral itu adalah uranium dan torium.

Mengutip kabarbisnis, pada tahun 2019 Indonesia memiliki potensi 74 ribu ton uranium dan 130 ribu ton thorium. Mineral tersebut tersebar dan tidak terpusat pada satu wilayah saja. Bahkan, Batan menyebut kandungan uranium dan torium tersebar pada seluruh pulau Indonesia.

Batan menyebut Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra sebagai beberapa lokasi potensial. Kemudian, ia menyebut Kalimantan sebagai wilayah yang memiliki potensi besar uranium. Khususnya wilayah Kalan.

Berdasarkan Batan, Sumatra memiliki 31.567 ton uranium dan 126.821 ton thorium. Selanjutnya, Kalimantan mengandung 45.731 ton uranium dan 7.028 ton thorium. Kemudian, Sulawesi sebanyak 3.793 ton uranium dan 6.562 ton thorium.

Lantas, bagaimana soal Papua? Berdasarkan penelitian Batan, maka boleh jadi tambang Papua memilki kandungan uranium. Henock Ondy, geolog alumni Universitas Sriwijaya Palembang, pun pernah menyebut hal serupa.

Bahwa, uranium bisa saja terkandung dalam mineral lainnya. Misalnya emas. Endang Hartiningsih selaku dosen teknik mineral Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) juga menjelaskan hal serupa.

Baca Juga : Mengenal Fenomena ‘Manusia Enggak Ada Akhlak’

Secara geologi, tanah Papua memiliki sumber daya uranium lantaran tanahnya terbentuk dari batuan beku ultrabasa. Mineral uranium biasanya terkandung dalam batuan jenis ini. Kemudian, ia memperkirakan bahwa umur batuan Papua mencapai 600 juta tahun.

Ada kemiripan antara karakteristik batuan Papua dan Australia Utara yang mana mengandung uranium. Namun, hal ini membutuhkan pembukitan melalui penelitian lebih lanjut.

Kenapa Indonesia Belum Mengekspoitasi Cadangan Mineral Ini?

Indonesia hingga saat ini belum melakukan eksploitasi terhadap cadangan mineral ini. Padahal, Indonesia telah membicara pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sejak tahun 1970-an.

Beberapa kendala tersebut antara lain tenaga ahli, teknologi dan pendanaan negeri. Selain itu, masih ada undang-undang yang melarang pengembangan uranium. Pada UU nomor 10 tahun 1997 melarang penggunaan uranium untuk kepentingan komersial.

Selain itu, isu lingkungan juga menjadi sorotan utama. Bayangkan, untuk PLTN berkapasitas 1.000 megawat (MW) memerlukan 21 ton uranium. Jumlah ini mampu menyalakan listrik selama 1,5. Dari jumlah tersebut, PLTN akan menghasilkan limbah sebesar sepertiganya.