Intensitas Hujan Lebat Makin Tinggi Dari Jawa Hingga Maluku
beritapapua.id - Intensitas Hujan Lebat Makin Tinggi Dari Jawa Hingga Maluku - faktapers.id

Intensitas Hujan Lebat Makin Tinggi Dari Jawa Hingga Maluku – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (25/2/2020), dari pantauan sejak Senin (24/2) kemarin, Siklon Tropis Esther terpantau berada di Teluk Carpentaria (Australia), 930 km sebelah selatan barat daya Merauke Indonesia. Esther bergerak menjauhi Indonesia.

Jakarta diguyur hujan deras dari tadi malam. Hujan juga mengguyur wilayah lain di Pulau Jawa hingga Maluku. Kondisi ini dipengaruhi oleh badai di Samudera Hindia dan Australia. Badai di sebelah selatan Indonesia itu adalah Siklon Tropis Ferdinand dan Siklon Tropis Esther. Kedua badai itu telah bergerak cenderung ke barat.

Siklon Tropis Ferdinand terpantau berada di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), sekitar 590 km sebelah selatan Bima. Siklon tropis ini juga bergerak menjauhi Indonesia.

Siklon Tropis Esther diperkirakan menurun dalam 24 jam ke depan, namun Siklon Tropis Ferdinand diperkirakan meningkat dalam 24 jam ke depan. Dampak kedua badai ini adalah terjadinya hujan deras di kawasan Indonesia bagian selatan, yakni Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.

Baca Juga: Sitti Hikmawatty, Wanita Bisa Hamil Karena Berenang

pengaruh Siklon Tropis Esther dan Ferdinand Terhadap Pola Cuaca dan Intensitas Hujan Indonesia

“Siklon Tropis Esther dan Ferdinand memengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia yang dapat meningkatkan pembentukan pertumbuhan awan hujan, sehingga berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” kata Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko kepada wartawan.

Kedua fenomena ini ditambah dengan keberadaan siklon tropis Esther dan siklon tropis Ferdinan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan.

Siklon tropis ini juga berpotensi menyebabkan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Samudra Hindia selatan Kupang, Pulau Rote, perairan selatan Kupang, Laut Sawu bagian utara, Laut Sawu bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Kai, perairan selatan Pulau Seram, perairan Kepulauan Tanimbar dan perairan Yos Sudarso.

Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, selatan NTB, Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, Pulau Sabu, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian Timur dan Laut Arafuru selatan Merauke.