Ipda Listra, Perwira Polwan Pertama dari Intan Jaya Papua
Ipda Listra, Perwira Polwan Pertama dari Intan Jaya Papua

Ipda Listra, Perwira Polwan Pertama dari Intan Jaya Papua – Juli tahun 2019, lalu, perempuan asal Papua mencatat sejarah baru pada dunia kepolisian Indonesia. Listra Kogoya, perempuan asal Lanny Jaya, Papua, berhasil menjadi seorang perwira polisi perempuan pertama dalam institusi kepolisian.

Ipda Listra Kogoya

Listra adalah putri Papua anak dari almarhum Apner Kogoya dan Derina Jikwa. Ia lahir pada 28 Juni 1996, di Lualo, Lanny Jaya, Papua. Selang 20 tahun, Listra berhasil menjadi perwira polisi wanita pertama Papua.

Pelantikan Listra Kogoya memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Papua, bahkan Indonesia. Faktanya, Listra Kogoya memiliki marga yang sama dengan ketua KKB Ndugama, yakni Egianus Kogoya.

Meskipun bermarga sama, bukan berarti Listra berperilaku sama. Sebaliknya, ini membuktikan bahwa Listra menjadi sosok yang mampu mengubah kondisi masyarakatnya. Termasuk menjaga keamanan Papua. Kini, tahun 2021, Listra mendapatkan kesempatan untuk membuktikan hal tersebut.

Listra merupakan satu dari 6 orang polwan terbaik yang akan bertugas menjaga keamanan Papua dalam Operasi Nemangkawi.

Operasi Nemangkawi, Polwan Terbaik Papua dan KBB

Baca juga: Memaknai Isra Mi’raj pada Era Millennial

Indonesia tidak dapat mengacuhkan ihwal peristiwa yang mengguncang keamanan saudara-saudari Papua. Hingga saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menjadi ancaman utama bagi kehidupan masyarakat timur Indonesia itu.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah pusat melakukan berbagai upaya demi menjaga keamanan warga Papua. Salah satunya mengirim Operasi Nemangkawi. Yang menarik adalah, salah seorang polwan yang tergabung dalam Operasi Nemangkawi berasal dari Papua. Ia adalah Ipda Listra Kogoya, polisi wanita asal Lanny Jaya, Papua.

“Harapan saya untuk operasi ini saya harap kita ke sana pergi lengkap pulang lengkap dengan hasil yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ungkap Ipda Listra, mengutip dari channel youtube Korps Humas Brimob Polri.

Operasi Nemangkawi adalah strategi menjaga keamanan Papua dengan mengirim enam Polwan terbaik untuk memperkuat tim keamanan. Menurut Anang, pengiriman Polwan terbaik ini merupakan peristiwa luar biasa.

Bahkan, hingga saat ini operasi ini membuahkan hasil yang baik. Kehadiran Satgas Nemangkawi terbukti mampu membantu meningkatkan efektivitas penangkapan pelaku tindak kejahatan oleh KKB.

“Ada enam Polwan kita yang berangkat ke Papua. Polwan kita adalah Polwan Brimob. Ketika negara memanggil, dia siap. Kemudian Polwan kita adalah Polwan tangguh, kita buktikan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban negara terhadap Korps Brimob Polri,” kata Kepala Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Anang Revandoko, mengutip dari Tempo.

Kemudian, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan hal serupa. Menurut Sigit, Satgas Nemangkawi telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Namun, ia menyebut bahwa Polwan terbaik Indonesia itu harus tetap waspada.

“Banyak prestasi yang ditoreh oleh Satgas Nemangkawi dalam pelaksanaan tugas menangkap dan mengamankan pelaku. Saya apresiasi kepada seluruh personel operasi Nemangkawi,” kata Sigit.

“Waspadai kekuatan propaganda mereka, siapkan strategi menghadapinya. Tanamkan kepada mereka bahwa bendera merah putih tetap berkibar,” jelas Sigit.