Irjen Napoleon Dan Brigjen Prasetijo Terima Suap Djoko Tjandra
Beritapapua.id - Irjen Napoleon Dan Brigjen Prasetijo Terima Suap Djoko Tjandra - Indonews

Irjen Napoleon Dan Brigjen Prasetijo Terima Suap Djoko Tjandra – Dalam pemeriksaan yang terhadap 2 tersangka kasus dugaan suap yang menyeret nama Djoko Tjandra, yakni Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo, keduanya telah mengakui bahwa mereka memang menerima suap.

Irjen Napoleon sudah tidak lagi menduduki jabatannya sebagai Kadiv Hubungan Internasional Polri, begitupun Brigjen Prasetijo dari Korwas PPNS Bareskrim Polri.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan dan telah mengakui menerima uang tersebut,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Awi Setiyono, Selasa (25/08).

Meski begitu, Awi tidak menjelaskan berapa nominal uang yang mereka terima.

“Kalau itu berupa transfer atau cash and carry, tentunya nanti semuanya akan didalami oleh penyidik dan itu akan terbuka semuanya di pengadilan nanti,” tambah Awi.

Pemeriksaan terhadap dua Jenderal polisi ini adalah lanjutan dari pemeriksaan terhadap Djoko Tjandra oleh Bareskrim Polri. Kepada penyidik, Djoko Tjandra mengaku telah menyuap kedua jenderal tersebut.

“Jadi penyidik mengejar tentunya melakukan pendalaman, mengejar kapan, di mana, kepada siapa saja uang ini diberikan. Dari hasil pemeriksaan, kami tidak bisa sampaikan secara keseluruhan, apalagi terkait nominalnya karena kita masih berproses dan yang bersangkutan memang sudah mengakui itu telah memberikan sebanyak uang tertentu pada para tersangka,” ungkap Awi.

Baca Juga: Marthen Indey, Pahlawan Nasional Dari Tanah Papua 

Tidak Ada Penahanan Terhadap Irjen Bonaparte dan Tommy Sumardi

Penyidik dari Polri memutuskan untuk tidak menahan Irjen Bonaparte dan Tommy Sumardi, salah satu tersangka pemberi suap dalam kasus suap terkait pelarian Djoko Tjandra.

Menurut Awi, hal ini merupakan kewenangan dari penyidik. Awi juga menambahkan bahwa kedua tersangka ini kooperatif dalam pemeriksaan.

“Kalau ditanya kenapa tidak ditahan, tentunya kembali lagi ini adalah hak prerogatif dari penyidik terkait dengan syarat subjektif maupun objektif,” ucap Awi.

Bonaparte dan Tommy Sumardi sebelumnya menjalani pemeriksaan selama 12 jam pada selasa 25 Agustus.

Sementara Brigjen Prasetijo saat ini masih menjalani penahanan dalam Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

Dalam kasus ini, Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi berperan sebagai pemberi suap. Sedangkan Bonaparte dan Prasetijo selaku penerima suap.