Isu Terkait Gatot Nurmantyo Dengan PKI
Beritapapua.id - Isu Terkait Gatot Nurmantyo Dengan PKI - Pikiran rakyat

Isu Terkait Gatot Nurmantyo Dengan PKI – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam beberapa kesempatan sering mengungkit isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 2016, Gatot mengatakan bahwa isu PKI adalah hembusan dari pihak tertentu untuk mengadu domba anak bangsa. Kini, Gatot justru mengaku merasakan kebangkitan PKI sejak tahun 2008.

Gatot juga menghubungkan perintahnya untuk menggelar acara nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI pada Institusi TNI pada tahun 2017 dengan pemecatannya dari jabatan Panglima TNI.

“Pada saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan, ‘Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak pasti Pak Gatot akan diganti’,” kata Gatot, dalam channel Youtube Hersubeno Point, Rabu (23/9).

“Saya bilang terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti,” tambah Gatot.

 Baca Juga: Rencana Penghapusan Pajak Mobil

Kritikan Keras Kepada Gatot Nurmantyo

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian membantah semua tudingan Gatot. Menurutnya isu PKI yang selalu muncul menjelang 30 September hanya sekadar dinamika politik.

Ilham Aidit, anak keempat pemimpin PKI DN Aidit, mengkritik keras pernyataan Gatot. Dia menuding Gatot tengah melakukan penjajakan politik dengan melempar isu PKI. Tujuannya, untuk menggalang basis massa untuk Pilpres 2024.

Ilham menyebut Gatot menduplikasi cara Orde Baru untuk meraih kekuasaan yakni dengan cara menggunakan propaganda patriotisme, yaitu menyelamatkan NKRI dan Pancasila dari PKI. Ilham pun membantah Gatot dengan mengatakan zaman sudah berubah dan komunisme sudah tidak mendapatkan tempat lagi.

Peneliti bidang Sejarah dan Politik LIPI, Asvi Warman Adam, mengatakan kebangkitan PKI tidak mungkin terjadi. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Asvi pun menilai orang-orang yang menghembuskan isu ini memiliki kepentingan politik.

“Itu omong-kosongkan kebangkitan PKI. Karena itu organisasi ini sudah dilarang sejak 1966,” ujar Asvi.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Letjen (Purn) Agus Widjojo juga menyatakan komunisme di dunia saat ini sudah mati. Agus juga mengatakan bahwa Indonesia mempunyai paying hukum untuk melarang dan menyebarkan paham tentang Komunisme, Marxisme dan Leninisme. Salah satunya TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia.

“Jadi sudah cukup kuat dan tinggal ditegakkan. Kalau ada gejala-gejala itu tinggal laporkan ke pihak berwenang untuk ditindak,” tegas Agus.