Jakarta Produksi 8000 Ton Sampah Plastik Dalam Sehari
Beritapapua.id - Jakarta Produksi 8000 Ton Sampah Plastik Dalam Sehari - rcti+

Jakarta Produksi 8000 Ton Sampah Plastik Dalam Sehari – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa sampah plastik telah menjadi permasalah global. Luhut mencontohkan bahwa Jakarta sendiri menghasilkan 8000 ton sampah plastik dalam sehari.

Untuk itu, Luhut meminta meminta peran berbagai pihak untuk mengatasi pemasalah sampah plastik ini. Ia meminta agar agar tercipta koordinasi yang kuat antara pemerintah, industri dan juga masyarakat secara luas. Luhut mengatakan pemerintah mempunyai target untuk mengurangi sampah hingga 30 persen dengan mengoptimalkan 3R, reduce, reuse dan recycle.

Luhut pun menambahkan bahwa pemerintah terus meningkatkan target untuk pengolahan sampah. Untuk saat ini, pemerintah mematok tingkat pengolahan sampah mencapai 75 persen.

“Artinya kita hanya punya waktu 4 tahun dari sekarang atau 5 tahun. Tetapi kita harus bekerja keras untuk menyelesaikannya,” jelas Luhut.

Maka dari itu, ia mendorong adanya suatu terobosan atas pendekatan oleh pemerintah dan stakeholder terkait dalam upaya peningkatan olahan sampah, khususnya plastik.

“Seperti bukan menggunakan business as usual untuk memerangi sampah plastik ini,” tambahnya.

Baca Juga: Dua Bom Mengguncang Jolo, Filipina

Organisasi Pengelolaan Sampah Pengemasan

Jakarta Produksi 8000 Ton Sampah Plastik Dalam Sehari
Beritapapua.id – Jakarta Produksi 8000 Ton Sampah Plastik Dalam Sehari – Beritasatu

Luhut menyambut baik peluncuran Organisasi Pengelolaan Sampah Kemasan atau Packaging Recorvery Organization (PRO) oleh Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Ennvironment (PRAISE). Luhut menilai PRO dapat mendorong pengembangan ekonomi sirkular Indonesia.

“Saya mendukung sepenuhnya atas organisasi pemulihan ini (PRAISE). Terbentuknya pro merupakan suatu inovasi untuk ekonomi sirkular,” ujar Luhut dalam acara peluncuran (PRO) di kantornya.

Luhut pun meminta PRAISE dapat bekerja sama dengan bank sampah untuk mengoptimalkan serapan sampah kemasan yang pengelolaannya dengan mekanisme PRO.

Menurut Luhut, potensi ekonomi sirkular jika serius dikembangkan, dapat menyerap 120 ribu tenaga kerja. Bahkan manfaat dari industri pengolahan sampah pun akan terasa oleh tenaga kerja informal sekitarnya.

Luhut pun meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membantu PRAISE dalam menyiapkan infrastruktur pengolahan sampah yang rencana akan dibangun tahun ini, berlokasi di Bali dan Surabaya.

Luhut juga meminta Pemda mampu mendisiplinkan warganya agar tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga risiko buruk untuk kesehatan dan lingkungan bisa menjadi minimal.