Jaksa Pinangki Resmi Ditetapkan Tersangka
beritapapua.id - Jaksa Pinangki Resmi Ditetapkan Tersangka - Indozone

Jaksa Pinangki Resmi Ditetapkan Tersangka – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah resmi menentapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam kasus Djoko Tjandra. Jaksa Pinangki diketahui pernah bertemu dengan Djoko Tjandra di luar negeri. Hal ini didasarkan dari beredarnya foto Pinangki bersama Djoko Tjandra yang notabene adalah buronan Kejagung.

“Berdasarkan bukti yang cukup tadi malam menetapkan tersangka dengan inisial PSN,” kata Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantor Kejaksaan Agung, Rabu (12/8/2020)

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Pinangki kemudian langsung ditangkap oleh tim penyidik. Penahanan akan dilakukan selama 20 hari kedepan.

“Untuk sementara ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung, tentu nantinya selama proses akan dipindahkan ke tahanan atau rutan khusus wanita di Pondok Bambu,” ujar Hari.

Hari menuturkan bahwa Pinangki bersikap kooperatif dalam proses penangkapan dirinya.

Dugaan sementara, Pinangki menerima 500 ribu dollar Amerika Serikat sebagai biaya untuk membantu pelarian Djoko Tjandra.

Baca Juga: Kapolri Jenderal Idham Azis Tindak Tegas Anggotanya yang Korupsi

MAKI: Imbalan Jaksa Pinangki USD 10 Juta

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut dugaan uang yang dijanjikan kepada Jaksa Pinangki sebagai imbalan mencapai angka USD 10juta. Uang tersebut diberikan jika Pinangki berhasil membantu perkara Djoko Tjandra di Mahkamah Agung.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan bahwa uang ini nantinya akan diberikan dalam bentuk transaksi pembelian perusahaan energi palsu yang dilakukan Djoko Tjandra.

“Jaksa P diduga menerima sebuah janji kalau berhasil nanti akan diberikan suatu imbalan yang besar dalam bentuk dugaan kamuflase membeli perusahaan energi yang diduga itu berkaitan temen-temennya oknum jaksa P. Nilainya bahkan rencana pembelian tambang energi tadi sekitar 10 jutaan dollar Amerika Serikat,” kata Boyamin di Kantor Komisi Kejaksaan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2020), seperti yang dikutip dari kompas.

Boyamin juga menegaskan bahwa Pinangki sangat berperan aktif dalam membantu pelarian Djoko Tjandra.

Boyamin juga menambahkan kemungkinan adanya pejabat Kejagung yang terlibat selain Pinangki. Dugaan ini didasarkan dari laporan MAKI terkait adanya komunikasi dari pejabat tinggi Kejagung ke Djoko Tjandra pada 29 Juni 2020.