Hari Senin
Jangan Caci Hari Senin! Sebab, Ada Kemuliaan Padanya

Tak sedikit orang yang tak suka dengan hari Senin. Alasan utamanya, Senin adalah hari pertama bekerja setelah libur akhir pekan. Bagi para siswa, Senin adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur. Ini menjadi alasan mengapa sejumlah orang tidak menyukai hari Senin.

Padahal, hari Senin punya kemuliaan dalam Islam. Hari Senin adalah hari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam lahir. Tak hanya itu, Senin merupakan hari turunnya wahyu kepada Nabi. Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim, no. 1162)

Bertepatan dengan hari itu, hari Senin memiliki kemuliaan. Oleh karenanya terdapat beberapa amalan sudah sesuai dengan anjuran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Berikut 3 kemuliaan hari Senin serta amalan sunnahnya.

1. Rasulullah Menganjurkan untuk Berpuasa pada Hari Senin

Baca juga: Presiden Pertama yang Dimakzulkan Dua Kali

Selain sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi, puasa hari Senin dan Kamis punya makna lainnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut bahwa Senin dan Kamis merupakan hari malaikat memeriksa amalan manusia. Nabi bersabda,

“تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ اْلإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ.”

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya)

Oleh karenanya, upayakanlah untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Selain itu, perbanyak beribadah dan berdoa pada hari tersebut agar amalan baik terus berdatangan.

2. Senin Adalah Hari Turunnya Alquran

Hadis sebelumnya menyebutkan bahwa hari Senin, wahyu pertama Nabi turun, yakni Alquran. Wahyu pertama tersebut turun pada hari Senin tanggal 21 Ramadhan. Beliau mendapat wahyu pertama pada umur 40 tahun

Ini menambah satu kemuliaan lagi pada hari Senin. Lantas, bersemangatlah untuk membaca Alquran pada hari Senin. Bacalah meskipun hanya 5 ayat. Sebagaimana Abu Sa’id Al Khudri berkata,

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ

“Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an ” (QS. Al Muzammil: 20). Jawab beliau, “Iya betul. Bacalah walau hanya lima ayat.” (Disebutkan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7:414).

3. Hari Ampunan

Ada alasan lain mengapa Nabi shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Selain terangkatnya amalan manusia saat itu, Allah ta’ala membuka pintu surga pada kedua hari itu. Artinya, pintu ampunan terbuka lebar bagi mereka yang hendak bertobat.

Dalam kita Shahih Muslim, Abu Hurairah radhiyallahu anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. [1] Lalu dikatakan, ‘Tundalah [2] pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” [3]

Allah subhanahu wa ta’ala akan mengampuni dosa hamba-Nya pada kedua hari itu. Namun, tidak bagi mereka yang berseteru atau berkelahi dengan satu sama lain. Oleh karenanya, jauhilah permusuhan antar manusia. Hendak, Allah akan mengampuni dosa setiap hari Senin dan Kamis.