Jangan Lengah, Ini Protokol Kesehatan Terbaru
Ilustrasi kerumunan (foto : istimewa)

Jangan Lengah, Ini Protokol Kesehatan Terbaru – Bayangkan, setiap 1 jam, 4 orang Indonesia meninggal karena corona. Hal ini, mengacu pada data Satgas Covid-19 Indonesia. Bahwa, rata-rata tingkat kematian akibat corona adalah 4 orang perjam.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Dr. (H.C.), Doni Monardo, membenarkan hal tersebut. Mayoritas, korban adalah mereka yang telah lanjut usia.

“Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini,” ucap Doni mengutip nasional.kontan.co.id.

Hal ini membuktikan bahwa kita semakin lengah terhadap virus corona yang masih mengintai. Terlebih, pada bulan Ramadhan ini semakin banyak orang yang pergi keluar untuk melakukan aktivitas. Misalnya, salat tarawih maupun acara buka puasa bersama.

Atas data ini, Satgas Covid-19 Indonesia mengimbau masyarakat untuk mengadakan pertemuan secara virtual. Termasuk saat lebaran nanti. Kemudian, Doni juga menyebut bahwa masyarakat harus mampu bersabar untuk tidak mudik.

Namun, memiliki aktivitas pada bulan-bulan ini merupakan hal yang tak dapat dihindari. Berikut protokol kesehatan yang patut kita terapkan.

1. Selalu Kenakan Masker dan Perhatikan Cara Memakainya

Kita tahu bahwa protokol  pertama untuk berpergian adalah mengenakan masker. Namun, ada beberapa hal yang harus kita ketahui perihal mengenakan masker. Pertama, gunakan masker medis atau kain yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kita tak bisa mengenakan masker secara asal-asalan. Kemenkes merekomendasikan 3 jenis masker yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain. Usahakan masker kain yang kita gunakan mampu menghalau percikan air.

Baca Juga : Berapa Jatah Cuti PNS dalam Satu Tahun?

Adapun baru-baru ini, Kemenkes mengeluarkan rekomendasi baru untuk menggunakan masker. Mereka menyebut mengombinasikan masker kain dengan masker medis. Misalnya, menggunakan masker medis pada lapisan pertama dan menggunakan masker kain pada lapisan kedua.

2. Kurangi Menyentuh Benda Publik

Selalu perhatikan apa yang kita sentuh saat kita berpergian. Faktanya, banyak dari benda pada tempat publik berisiko mengandung virus. Tak hanya virus corona, boleh jadi virus lainnya. Oleh karenanya, kurangi menyentuh benda publik.

Apabila harus menyentuhnya, usahakan untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut setelahnya. Selalu gunakan hand sanitizer atau cuci tangan setelahnya.

3. Jauhi Kerumunan dan Kurangi Mobilitas

Kita perlu memahami kondisi kita sendiri dalam kondisi pandemi seperti ini. Misalnya, kita adalah orang yang selalu bepergian. Dengan demikian, usahakan untuk tidak berkerumun. Terutama pada kerumunan yang mengandung lansia.

Hal ini karena boleh jadi kita menjadi Orang Tanpa Gejala dan membawa virus. Kita yang masih muda mungkin memiliki sistem imun yang lebih baik daripada mereka. Oleh karenanya, pahami kondisi lingkungan dan kondisi kita sendiri.

Selain itu, upayakan untuk mengurangi mobilitas. Kita tidak tahu apa yang menyentuh kita saat kita keluar. Terlebih, kita tidak tahu apakah virus tersebut boleh jadi menempel pada pakaian atau tubuh kita.