Jawab Keraguan Kapolda, BPS Papua Siap Buka Ruang Diskusi SP2020
beritapapua.id - BPS Papua lakukan konferensi pers di Kantor BPS Papua, Jayapura. (foto: Kabarpapua)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Adriana Helena Carolina mengklaim sensus penduduk (SP) Tahun 2020 telah sesuai dengan mekanisme.

Adriana menyatakan siap membuka ruang diskusi bersama Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri untuk menjawab keraguan data penduduk hasil SP2020, terutama di wilayah Pegunungan Papua.

“Kami membuka lebar pintu untuk berdiskusi dan berdialog dengan Kapolda (Fakhiri) dan jajaran untuk menyampaikan metode, konsep, dan definisi yang kami gunakan dalam pelaksanaan SP2020,” ucap Adriana dalam keterangan tertulis, Selasa 11 Januari 2022.

Adriana menjelaskan, data penduduk tahun 2020 yang dirilis oleh BPS Papua merupakan hasil Sensus Penduduk 2020 yang sudah menggunakan combined method atau kolaborasi antara BPS dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Adapun data dari Dinas Dukcapil menjadi dasar untuk melakukan verifikasi keberadaan penduduk di lapangan pada kegiatan Sensus Penduduk 2020. Selain sensus secara online, BPS Papua juga mengerahkan kurang lebih 6.500 petugas lapangan.

“Kami saat itu berkoordinasi dengan Polda dan Polres di Kabupaten/Kota untuk menyukseskan pelaksanaan lapangan SP2020. Kami mengakui tentu masih ada kekurangan dalam pelaksanaan SP2020, namun dengan mitigasi risiko yang kami miliki, kami telah meminimalisir segala kendala dan tantangan guna menyajikan data akurat dan terpercaya,” kata Adriana.

Sambut Baik Usulan Kapolda

Pada kesempatan itu, Adriana juga menyambut baik usulan Kapolda untuk menyelesaikan permasalahan kependudukan di Papua. Ia berharap BPS dan Polda Papua dapat semakin meningkatkan koordinasi dan kolaborasi guna mewujudkan pembangunan yang lebih baik.

“Kami menyambut baik usulan dari Kapolda Papua untuk menyelesaikan permasalahan data kependudukan yang ada di Papua. Kami berharap bahwa ini merupakan upaya untuk perbaikan data dan pembangunan Papua, bukan sebagai upaya saling tuding dan menjatuhkan nama Instansi,” ucapnya.

Baca Juga: Menang Dari Persija, Persipura Keluar Dari Zona Degradasi

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mendorong dilakukannya koreksi terhadap data kependudukan dan cakupan vaksinasi Covid-19 di tanah Papua yang disebut masih rendah.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Papua, cakupan vaksinasi baru mencapai 20,74 persen hingga 30 Desember 2021. Menurut Fakhiri, data kependudukan yang dikeluarkan BPS Papua tidak dapat dijadikan acuan, terutama di wilayah Pegunungan.

Fakhiri mengaku telah menyurati BPS Papua untuk memperbaiki data kependudukan. Bahkan, ia bersedia untuk dilibatkan dalam sensus penduduk ulang agar mendapatkan jumlah pasti penduduk di Papua.