Jejak-Jejak Arkeologi Di Sekitar Danau Sentani Papua
beritapapua.id - Jejak-Jejak Arkeologi Di Sekitar Danau Sentani Papua - goodnewsfromindonesia.id

Jejak-Jejak Arkeologi Di Sekitar Danau Sentani Papua – Arkeologi atau ilmu kepurbakalaan berasal dari bahasa Yunani, archaeo yang berarti “kuno” dan logos, “ilmu”. Nama alternatif arkeologi adalah ilmu sejarah kebudayaan material. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan.

Tujuan arkeologi beragam dan menjadi perdebatan yang panjang. Di antaranya adalah yang disebut dengan paradigma arkeologi, yaitu menyusun sejarah kebudayaan, memahami perilaku manusia, serta mengerti proses perubahan budaya. Secara khusus, arkeologi mempelajari budaya masa silam, yang sudah berusia tua, baik pada masa prasejarah (sebelum dikenal tulisan), maupun pada masa sejarah (ketika terdapat bukti-bukti tertulis). Pada perkembangannya, arkeologi juga dapat mempelajari budaya masa kini, sebagaimana dipopulerkan dalam kajian budaya bendawi modern (modern material culture). Karena bergantung pada benda-benda peninggalan masa lalu, maka arkeologi sangat membutuhkan kelestarian benda-benda tersebut sebagai sumber data.

Baca Juga: Papua Dalam Catatan Masa Lalu Nusantara

Cerita Tentang Gua-gua Disekitar Danau Sentani Papua

Papua bukan hanya kaya dengan potensi alam serta mineral, tetapi juga dalam catatan sejarah. Tim arkeolog didampingi warga Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura mereka mendaki bukit, melewati padang alang-alang savanna untuk menuju gua-gua yang ada di sekitar danau Sentani, Papua. Ketua tim, Hari Suroto, sibuk memperhatikan permukaan dinding gua. Lalu menuju permukaan tanah, dan menggalinya. Tampak pecahan kecil gerabah muncul, juga sejumlah serpihan tulang hewan.

Menurut cerita, di gua ini ada dua orang manusia dari kampung lain yang karena lakukan pelanggaran adat mereka berubah jadi batu, seperti yang diungkapkan salah satu warga kampung Ayapo yang menemani tim dalam perjalanan. Saat Perang Pasifik pun, gua-gua ini digunakan penduduk pribumi untuk bersembunyi.

Penelitian dilanjutkan di Kampung Asei Besar dan situs prasejarah di Yomokho. Asei nama pulau di Danau Sentani yang dihuni oleh berbagai macam suku. Wilayah ulayat mereka tersebar hingga ke daratan Danau Sentani. Mulai dari Asei Kecil, Kampung Harapan, hingga wilayah Buper Kampung Waena. Di sebelah barat Danau Sentani tidak jauh dari Asei, terdapat situs Yomokho. Jaraknya sekitar 200 meter dari Dermaga Kalkhote, lokasi tahunan tempat Festival Danau Sentani.

Dari hasil penggalian di Yomokho ditemukan fragmen gerabah, moluska, arang, alat batu penokok sagu, dan fragmen tulang manusia. Hasil analisis uji lab di Yomokho menyimpulkan bahwa sudah ada kehidupan sejak 2.950 tahun yang lampau.