Sejumlah lapak pedagang di areal Pura Agung Besakih mulai dibongkar menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo. Informasi yang dihimpun, Presiden Jokowi akan meresmikan penataan kawasan pura terbesar di Bali itu pada Senin (13/3/2023).

“Pembongkaran sudah dilakukan sejak kemarin oleh para pedagang dan hari ini sudah tidak ada lagi lapak yang masih berdiri,” kata Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha, Sabtu (11/3/2023).

Selain membongkar lapak para pedagang, pembersihan juga dilakukan di sepanjang jalan menuju Pura Agung Besakih. Sehingga, saat Presiden Jokowi datang semua sudah bersih.

Widiartha mengatakan puluhan lapak atau warung milik pedagang itu sudah selesai dibongkar. Untuk sementara, para pedagang direlokasi ke Dauh Umah yang tidak terlalu jauh dari areal Pura Agung Besakih.

“Untuk sementara kami tempatkan di sana dulu sambil menunggu undian untuk menempati kios yang sudah disiapkan oleh pemerintah. (Kios itu) nantinya juga akan diresmikan oleh presiden. Kami masih menunggu instruksi lebih lanjut,” kata Widiartha.

Widiartha menambahkan Desa Adat Besakih tidak ada persiapan khusus terkait kedatangan Presiden Jokowi. Sebab, rangkaian acara peresmian pura yang terletak di Kecamatan Rendang, Karangasem, itu sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

“Terkait dengan kedatangan presiden, kami tidak ada persiapan apapun. Kami di sini hanya melakukan pembersihan-pembersihan saja,” imbuhnya.

Untuk diketahui, upacara melaspas atau penyucian bangunan Pura Agung Besakih telah digelar bersamaan dengan Purnama Sasih Kesanga, 6 Maret 2023. Ada 272 kios dan 198 los bagi para pedagang untuk menjajakan dagangannya. Nantinya, para pedagang tidak lagi berjajar di sepanjang Pura Agung Besakih saat mengais rezeki dari pengunjung.

Fasilitas lainnya yang menghiasi wajah pura termegah di Bali tersebut, antara lain fasilitas ganti pakaian, dining area, toilet, hingga parkiran pengunjung. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan proyek revitalisasi Pura Agung Besakih menghabiskan anggaran Rp 911 miliar, yang bersumber dari APBN dan APBD Bali.

Revitalisasi ini meliputi pengembangan tempat suci, penataan lahan parkir, wantilan, hingga pembangunan ruang audio visual. “Sebagian dana digunakan untuk membebaskan lahan, termasuk kios dan los, lebih dari Rp 170 miliar,” kata Koster saat melaspas di Pura Agung Besakih.