Jelang Libur Idulfitri Papua Barat Rancang Skenario Lockdown
ilustrasi penutupan jalan cegah penyebaran covid-19 (foto : istimewa)

Dalam mendukung larangan mudik, Papua Barat segera merencana skenario Lockdown jelang libur Idulfitri 2021. Dukungan tersebut terlihat dari Satuan tugas (Satgas) Covid-19 provinsi Papua Barat yang segera merancang penutupan sementara akses transportasi laut, udara dan darat ke daerah itu jelang hari Raya Idulfitri 2021.

Sebelumnya, kepala cabang PT. Pelni (Persero) Manokwari Djunaidi Idrus mengatakan skenario larangan mudik Idulfitri 2021 telah BUMN berlakukan. Langkah yang BUMN berlakukan adalah dengan menutup sementara penjualan tiket penumpang kapal Pelni.

Idrus mengatakan, pemberlakuan penjualan tiket sejak tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Untuk itu lima kapal Pelni yang melakukan pelayaran ke wilayah Timur hanya akan mengangkut logistik. Dengan begitu kapal Pelni tidak akan mengangkut dan membawa penumpang.

“Lima kapal Pelni melayani rute Manokwari, yakni KM. Labobar, Sinabung, Ciremai, Tidar dan KM. Gunung Dempo hanya mengangkut logistik,” kata dia.

Baca Juga : Jawab Tantangan, Pemprov PB Tetapkan 5 Prioritas Pembangunan

Idrus juga mengatakan, bahwa layanan penumpang kapal Pelni dari Manokwari ke arah Barat akan kembali beroperasi pada 24 Mei 2021.

Ia juga menuturkan bahwa langkah yang pihanya ambil ini adalah merupakan tindakan pencegahan penyebaran covid-19.

“Ini sesuai dengan Permenhub 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19,” ujar Idrus.

Ia juga mengatakan, layanan penumpang kapal Pelni dari Manokwari ke arah Barat akan kembali beroperasi pada 24 Mei 2021. Hal tersebut ia sampaikan sesuai permenhub yang membahas larangan mudik lebaran.

Merancang Kebijakan Lockdown Bersama Dinas Perhubungan Setempat

Sementara itu Ketua harian Satgas Covid-19 Papua Barat Derek Ampnir yang di temui di Manokwari pada, Selasa (20/4/2021), mengatakan kebijakan lockdown atau menutup sementara akses masuk maupun keluar daerah itu segera dirancang bersama Dinas Perhubungan setempat.

“Rencana penutupan akses itu menindak-lanjuti Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19”, kata Derek Ampnir.
Derek juga mengatakan, sesuai dengan ketentuan tersebut, larangan mudik mulai berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir, pembatasan akses segera dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus periode hari besar keagamaan,” ujar Ampnir.