Joe Biden Memenangkan Pilpres AS
Beritapapua.id - Joe Biden Memenangkan Pilpres AS - Pikiran Rakyat

Joe Biden Memenangkan Pilpres AS – Joe Biden telah mengumumkan kemenangannya di pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020. Biden terpilih menjadi presiden AS ke 46 setelah mengantongi 290 suara elektoral.

Ia mengalahkan Donald Trump, calon presiden petahana, yang hanya mendapatkan 214 suara elektoral.

Trump belum berkomentar tentang hasil ini, tetapi petahana dari Partai Republik itu sudah berulang kali menyebut adanya kecurangan dan mengklaim dia yang menang, tapi pernyataannya tidak berdasarkan bukti.

Dengan hasil ini Biden menjadi presiden tertua AS. Eks wapres Barack Obama selama 2 periode itu bakal berusia 78 tahun saat pelantikannya tahun depan.

Kamala Harris yang merupakan wakilnya adalah senator dan mantan jaksa agung California. Kamala akan mengukir sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang duduk di kursi nomor 2 Gedung Putih. Bila tidak ada perubahan dan hambatan, Biden dan Kamala akan dilantik pada Januari 2021.

Baca Juga: Pemkab Manokwari Melarang Pengiriman Unggas Dari Luar Papua

Trump Menolak Mengakui

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (7/11) menolak untuk mengakui kemenangan Biden dalam pilpres AS. Dia berjanji untuk melakukan penuntutan terhadap hasil pilpres tersebut untuk memastikan pemenang yang sah.

Trump juga mengatakan bahwa Biden terlalu terburu-buru menyatakan kemenangannya dengan bantuan dari media yang menjadi sekutunya.

Trump bersikeras bahwa kemenangan Biden adalah penipuan, dan bahwa surat suara untuk Biden adalah palsu, dibuat-buat, atau diberikan oleh pemilih yang tidak memenuhi syarat atau sudah meninggal. Dia mengumumkan bahwa tim hukumnya akan menuntut hal ini lewat pengadilan pada Senin (9/11).

“Kami telah mengatakan, semua surat suara yang sah harus dihitung, dan semua surat suara ilegal tidak boleh dihitung, namun kami telah menemui perlawanan untuk prinsip dasar ini oleh Demokrat di setiap kesempatan,” ujarnya.

Dia memastikan akan menggunakan segala bentuk jalur hukum untuk menjamin keabsahan penghitungan suara.

“Kami akan melanjutkan proses ini melalui setiap aspek hukum untuk menjamin rakyat Amerika memiliki kepercayaan pada pemerintah kami. Aku tidak akan pernah menyerah berjuang untuk kalian dan bangsa kita,” tegasnya.