Jokowi: Demo Akan Jadi Klaster Baru Covid-19
Beritapapua.id - Jokowi: Demo Akan Jadi Klaster Baru Covid-19 - Tempo

Jokowi: Demo Akan Jadi Klaster Baru Covid-19 – Presiden Joko Widodo mewanti-wanti bahwa demo di tengah pademi akan menjadi klaster penyebaran baru covid-19. Atas hal itu, Jokowi meminta para menteri untuk mengingatkan terkait hal demo tersebut kepada masyarakat.

“Arahan Presiden, perlu diingatkan ke masyarakat bahwa sekarang masih pandemi Covid. Sehingga, kegiatan unjuk rasa (agar) tidak membawa klaster demo baru. Itu yang diingatkan pemerintah,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Jokowi secara virtual, Senin (12/10).

Sebelumnya, berbagai unjuk rasa terjadi pada sejumlah daerah Indonesia dari 6-8 Oktober 2020 untuk menolak UU Cipta Kerja. Para pengunjuk rasa menilai UU tersebut merugikan pekerja. Senin (12/10), sejumlah buruh dan mahasiswa kembali melanjutkan aksi unjuk rasa.

Airlangga mengingatkan agar aksi unjuk rasa tersebut tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Ia menekankan agar para pengunjuk rasa selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Sekali lagi, kegiatan-kegiatan demo atau unjuk rasa jangan menjadi klaster pandemi baru,” kata Airlangga.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan bahwa masyarakat yang melakukan unjuk rasa tanpa memperhatikan protokol kesehatan bisa saja tertular Covid-19 dan menularkannya ke orang terdekat.

“Karena Covid-19 ini ditularkan bukan oleh hewan seperti flu babi dan flu burung, tetapi oleh manusia. Dan yang menularkan kepada manusia lainnya bukanlah orang yang jauh tetapi orang terdekat kita. Keluarga kita, teman sekerja, dan orang-orang yang dekat dengan kita,” katanya.

Baca Juga: Pendukung Puan Maharani Siapkan Pengacara Hadapi Nikita Mirzani

Jokowi Masih Membuka Masukan Dari Masyarakat Soal UU Cipta Kerja

Sebelumnya pada Jumat (9/10), Jokwi mengatakan bahwa ia akan segera menyelesaikan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai turunan dari pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. Menurutnya, rencana ini akan dikerjakan dalam waktu tiga bulan kedepan.

“Saya tegaskan juga UU Cipta Kerja ini memerlukan banyak sekali peraturan pemerintah atau PP dan peraturan presiden atau perpres jadi setelah ini akan muncul PP dan Perpres yang akan kita selesaikan paling lambat 3 bulan setelah diundangkan,” kata Jokowi di Istana Bogor.

Jokowi pun menegaskan bahwa Ia akan mengundang seluruh pihak untuk memberikan masukan sebelum menerbitkan perpres tersebut.

“Kita pemerintah membuka dan mengundang masukan-masukan dari masyarakat dan masih terbuka usulan-usulan dan masukan dari daerah-daerah,” kata Jokowi.

Jokowi juga menegaskan bahwa UU tersebut untuk memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia, terutama untuk para pekerja.

“Pemerintah berkeyakinan melalui UU Cipta Kerja jutaan pekerja dapat memperbaiki kehidupannya dan juga penghidupan bagi keluarga mereka,” ujar Jokowi.