Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan institusi Polri untuk menindak tegas pelaku kerusuhan di pabrik smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Tak dipungkiri, peristiwa kerusuhan itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Yang jelas beliau (Presidsn Jokowi) memerintahkan kepada kepolisian untuk menindaktegas pelaku tindak pidana atau pengrusakan dan pelaku pelanggar hukum,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/1).

Selain itu, kata Listyo, Presiden Jokowi juga meminta agar kasus tersebut diungkap seterang-terangnya. Kepala negara juga meminta Polri, menjaga agar seluruh kegiatan operasional PT GNI bisa kembali berjalan.

“Karena ini juga tentunya akan mengganggu tenaga kerja Indonesia yang jumlahnya cukup besar, yang tentunya akan terdampak apabila operasional dari perusahaan terganggu,” ucap Listyo.

Kapolri mengungkapkan, PT GNI akan kembali beroperasi pada Selasa (17/1) besok, usai terjadi bentrokan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Dia pun meminta, masyarakat dan pekerja tak mudah terprovokasi dari isu yang berkembang.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat dan karyawan untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu jelas,” pinta Listyo.

Oleh karena itu, Listyo menekankan pihaknya akan menindak tegas pelaku-pelaku perusakan dan anarkis. Hal ini agar peristiwa serupa tak terulang, khususnya insiden bentrokan antar pekerja di PT GNI Morowali Utara.
“Tentu kepolisian bersama-sama dengan rekan-rekan TNI siap untuk menjaga, megnawal dan mengamankan program-program yang menjadi kebijakan pemerintah termasuk program yang terkait dengan investasi,” tegas Listyo.

Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkasson Hehi mengecam keras terjadinya aksi unjuk rasa anarkis di lokasi industri pengolahan nikel (smelter) PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Sabtu (14/1).

“Saya sangat menyesalkan, bahkan mengecam keras aksi yang ditengarai dipicu oleh para provokator dari luar yang membawa agenda-agenda lain,” ungkap Delis, usai bertemu Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi di kediaman Kapolda Sulteng, Kota Palu, Minggu (15/1) sebagaimana dikutip dari SumutPos.co, jaringan pemberitaan JawaPos.

Delis mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kepada jajaran kepolisian dan aparat keamanan lainnya untuk menangani secara hukum para perusuh, serta segera memulihkan situasi keamanan yang selama ini berjalan kondusif, agar industri kembali berjalan normal.

Delis menduga, kerusuhan ini dipicu oleh provokator dari luar kepentingan kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan industri nikel dengan membawa agenda-agenda mereka.

“Kami tidak ingin suasana tenteram dan damai yang selama ini terjaga di Morut, dirusak oleh para provokator. Kami menginginkan kehadiran investor untuk mengelola potensi daerah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kerusuhan yang terjadi di lingkungan PT GNI tersebut, dilaporkan menimbulkan 2 orang korban jiwa (meninggal dunia), seorang TKI lokal dan seorang TKA, serta kerugian material yang cukup besar.

Dilaporkan pula terjadi penjarahan di asrama putri TKI lokal, serta pembakaran aset perusahaan. Sekitar 70 orang telah ditahan kepolisian untuk diusut tuntas terkait aksi anarkis tersebut.