Joppye Onesimus, Putra Papua Pertama yang Jadi Letjen TNI AD
Beritapapua.id - Joppye Onesimus, Putra Papua Pertama yang Jadi Letjen TNI AD - Tribun

Joppye Onesimus, Putra Papua Pertama yang Jadi Letjen TNI AD – “Ini juga untuk pertama kalinya, putra Papua yang meraih puncak karir militer sebagai Jenderal Bintang Tiga,” ucap Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E., M.M., dalam acara sertijab Danpusterad dan Pangdam XVIII/Ksr di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020).

Sejarah baru terukir. Kali ini, sejarah itu mewarnai khazanah prestasi masyarakat timur Indonesia, yakni Papua. Seorang putra terbaik dari negeri Cendrawasih itu menjadi yang pertama menjabat sebagai Letnan Jenderal (letjen).

Ia adalah Joppye Onesimus, pria kelahiran 17 Juli 1962, Serui, Papua. Sebagai putra terpilih dari Papua, Letjen Joppye memiliki karier yang cemerlang. Nefra menyebut Joppye beberapa kali memegang tugas penting pada lingkungan TNI AD.

Awal kariernya bermula saat Joppye menjabat Danyonif 401/Banteng Raider. Itu merupakan merupakan pasukan pemukul Kodam IV/Diponegoro, di mana Joppye mengabdi pada tahun 2001 sampai 2003. Setelah itu, tahun 2003 hingga 2007 kariernya kian melesat.

“Tahun 2003 – 2007, didapuk sebagai Dandim 0736/Batang. Kemudian menjadi Danbrigrif 24/Bulungan Cakti di Kodam VI/Mulawarman selama 2 tahun (2009 s.d. 2011),” ucap Nefra.

Joppye pun turut mengabdi pada tanah kelahirannya, Papua. Pada tahun 2012 sampai 2014, Joppye bertugas sebagai Asops Kasdam XVII/Cen, Danrem 172/PVY serta Irdam XVII/Cen di Papua. Kemudian, ia kembali lagi ke Jawa pada tahun 2014 sampai 2016 mengemban tugas sebagai Wadanpussenif Kodiklat TNI AD pada tahun pertama.

Setelah itu, Joppye menjadi Kasdam V/Brawijaya di Jawa Timur dan kemudian diangkat menjadi Staf Ahli Tingkat III Bidang Sosbud HAM Panglima TNI pada 2016. Pria kelahiran Serui ini juga menjadi pangdam XVIII/Kasuari yang pertama.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Seharusnya Digratiskan

Pernah Jadi Kuli Demi Panjat Pendidikan

Orang-orang yang sukses tak pernah luput dari kerja keras. Begitu pula Letjen asal Papua ini. Dulu, jauh sebelum ia bergabung dengan TNI, Joppye bercita-cita sebagai seorang pilot. Melihat kegagahan seorang pilot, Joppye ingin suatu saat menjadi sosok seperti itu.

“Saya lihat pilot itu saya cita-cita sekali. Terlihat gagah terus lihat ada pangkatnya. Sampai SMA saya punya cita-cita menjadi pilot,” ujar Joppye.

Namun, keadaan tidak berpihak padanya kala itu. Kondisi keuangannya tak mendukung. Ia harus mengubur dalam-dalam kehendaknya sebagai seorang pilot. Namun, Joppye tak berhenti berupaya. Ia bermaksud meraih mendaftar kuliah pada Proyek Perintis 2 (ITB Bogor), fakultas Pertanian dan Uncen Manokwari fakultas peternakan.

Sekali lagi, keadaan memukul keras wajah Joppye. Kondisi keuangan Joppye membuatnya tercekik. Padahal saat itu Joppye baru saja masuk tahap pendaftaran. Ia pun harus mencari cara agar ia punya uang untuk mendaftar. Kuli bangunan pun ia lakoni demi meraih mimpi.

“Saya ikut buruh bangunan ngaspal jalan,” tegas Joppye Onesimus.

Saat bekerja sebagai kuli, ia menemukan momen titik baliknya. Saat itu, saat ia beristirahat dari kerja kasarnya, ia melihat brosur pendaftaraan TNI AD. Seragam loreng dan kesatuan TNI AD seakan memanggilnya.

“Sangking panasnya siang itu kita istirahat di emperan toko. Saya ada melihat ada brosur di etalase toko. Saya lihat seragam, sebenarnya saya tidak tertarik ‘ah saya dari kampung kalo sekolah pakai seragam gini kan udah pasti ga keterima.” paparnya.

Melihat bahwa pendaftaran bebas biaya, Joppye tanpa pikir panjang langsung mendaftar. Ternyata, ia lulus pada semua sekolah yang ia daftar.

“IPB fakultas pertanian, kemudian Uncen fakultas peternakan, kemudian Akabri lulus,” lanjutnya.

Joppye memilih menjadi abdi negara sebagai bentuk pengharapannya pada cita-citanya.