Jumlah Penduduk Indonesia Alami Kenaikan di Paruh Pertama 2020
beritapapua.id - Jumlah Penduduk Indonesia Alami Kenaikan di Paruh Pertama 2020 - Tirto.ID

Jumlah Penduduk Indonesia Alami Kenaikan di Paruh Pertama 2020 – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatatkan kenaikan data kependudukan nasional. Melalui data kependudukan nasional Indonesia yang dirilis pada semester pertama tahun 2020, jumlah total Penduduk Indonesia┬áper tanggal 30 Juni 2020 mencapai angka 268.583.016 jiwa. Yang mana nilai tersebut terdiri dari 135.821.768 penduduk laki-laki dan 132.761.248 penduduk perempuan.

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil setiap tahunnya menerbitkan sebanyak dua kali data kependudukan nasional. Yakni Semester I diterbitkan setiap 30 Juni, dan Semester II terbit setiap tanggal 31 Desember. Dari data disemester pertama ini, tercatat terjadi kenaikan jumlah penduduk Indonesia sebesar 0,77 persen pada tahun ini.

Terkait hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, data kependudukan nasional ini bisa digunakan sebagai basis data perencanaan pembangunan, alokasi anggaran dan pembangunan demokrasi, selain itu juga berguna untuk kepentingan penegakan hukum dan dan pencegahan kriminal, misalnya data kriminal dan lainnya.

Baca Juga: Nasib Para Veteran Indonesia Kini, Perlu Perhatian Pemerintah

Rincian Jumlah Penduduk Indonesia

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, menerangkan jumlah penduduk terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat, yakni 46.092.205 jiwa. Sedangkan untuk jumlah penduduk yang paling sedikit ada di Provinsi Kalimantan Utara, yakni 663.696 jiwa. Sementara itu untuk tingkat kabupaten/kota, jumlah penduduk paling banyak adalah Kabupaten Bogor dengan jumlah 4.790.247 jiwa. Sedangkan yang jumlah penduduknya paling sedikit adalah Kabupaten Tana Tidung dengan jumlah 24.243 jiwa.

Sementara itu, dari 34 provinsi, terdapat 4 provinsi yang memiliki jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada laki-laki, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta yang jumlah penduduk perempuannya lebih tinggi 39.584 jiwa daripada laki-laki. Menyusul Nusa Tenggara Barat yang jumlah penduduk perempuannya lebih tinggi 4.632 jiwa ketimbang laki-laki. Kemudian Sulawesi Selatan penduduk perempuannya lebih tinggi 58.663 jiwa dibanding laki-laki. Dan Jawa Timur dengan penduduk perempuannya lebih tinggi 31.531 jiwa daripada laki-laki.

Sementara dari 34 provinsi, terdapat 30 provinsi yang memilliki jumlah penduduk laki-laki paling banyak ketimbang perempuan provinsi dengan jumlah laki-laki tertinggi dibandingkan dengan perempuan adalah Jawa Barat yang jumlah penduduk laki-laki lebih tinggi 658.379 jiwa dibanding perempuan.