Jumlah Persebaran Covid-19 di Papua Menyebar di Empat Kabupaten
beritapapua.id - Jumlah Persebaran Covid-19 di Papua Menyebar di Empat Kabupaten - Tirto.ID

Pasien positif Corona (Covid-19) di yang dirawat di Timika, Papua, meninggal dunia, sehingga total ada dua orang positif Corona yang meninggal di Timika. Seperti di berbagai wilayah lainnya, pandemic Covid-19 terus menunjukkan kenaikan pada jumlah PDP maupun ODP. Sehingga, banyak sekali kebijakan yang diberlakukan untuk mengurangi dan memutus rantai persebaran Covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule, membenarkan berita duka meninggalnya pasien positif Corona di Timika. Namun dr Silwanus tidak memberikan penjelasan rinci pasien yang meninggal sekitar pukul 14.00 WIT.

Baca Juga: Kolaborasi Bupati Teluk Bintuni dan Warga Cegah Covid-19

28 Pasien Positif Virus Corona

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Papua mencatat, hingga Minggu (5/4/2020) pukul 18.00 WIT, terdapat 26 pasien positif virus corona (Covid-19). Jumlah tersebut bertambah 8 pasien dibandingkan hari sebelumnya. “Jumlah pasien positif secara kumulatif berjumlah 26 orang, dari angka tersebut saat ini ada 19 orang dalam perawatan, sembuh sebanyak 5 orang dan meninggal 2 orang,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule kepada wartawan di Jayapura, Minggu(5/4/2020).

Silwanus menyebut, kini penyebaran virus corona di Papua telah ditemukan di empat kabupaten dan kota. “Terdapat empat kabupaten yang betul-betul mendapat perhatian kami, yaitu Kota Jayapura, Mimika, Merauke dan Jayapura,” kata Silwanus. Di Kota Jayapura, lanjut Silwanus, terdapat 12 kasus positif, 8 dalam perawatan, 3 orang dinyatakan sembuh dan 1 meninggal dunia. Kemudian di Mimika, ada 8 pasien positif, 7 perawatan dan 1 meninggal. Untuk di Merauke, total ada 4 orang, 2 pasien dinyatakan sembuh dan 2 pasien lain masih dalam perawatan.

Terkhir di Kabupaten Jayapura, terdapat 2 pasien dan seluruhnya masih dalam perawatan. “Dari 19 pasien yang dalam penanganan medis, ada yang sakit ringan, sedang maupun berat. Ada 2 pasien yang saat ini masih menggunakan alat bantu nafas,” kata Silwanus. Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (0DP) adalah 5.852 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 45 orang.