Kajian Islam : Bolehkah Berdoa Meminta Pacar?
Ilustrasi sedang berdoa (foto : istimewa)

Kajian Islam : Bolehkah Berdoa Meminta Pacar? – Tak dapat kita pungkiri bahwa semakin banyak pemuda-pemudi yang merasa kesepian. Riset menunjukkan angka ini secara konstan naik dan turun. Misalnya, pada tahun 2013 angka kesepian ringan mencapai 69 persen.

Hal ini mendorong sejumlah pemuda-pemudi untuk menginginkan kawan. Termasuk dalam hal ini pacar. Bayangkan, banyak sekali konten yang menggambarkan indahnya pacaran. Hal ini semakin membuat anak-anak muda menginginkan seorang kekasih.

Selain itu, bagi mereka yang sudah lama melajang, rasa ini pun semakin menjadi-jadi. Lantas, bolehkah kita berdoa untuk meminta pacar?

Sebelumnya, kita harus memahami hukum pacaran dalam Islam. Dalam surat Al Isra ayat 32, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Isra’: 32)

Selanjutnya, ulama sepakat bahwa pacaran adalah bentuk mendekati zina. Meski perbedaan definisi pacaran dan zina, namun pacaran adalah bentuk mendekati zina. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,

إن اللهَ كتب على ابنِ آدمَ حظَّه من الزنا ، أدرك ذلك لا محالةَ ، فزنا العينِ النظرُ ، وزنا اللسانِ المنطقُ ، والنفسُ تتمنى وتشتهي ، والفرجُ يصدقُ ذلك كلَّه أو يكذبُه

“Sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari 6243).

Kemudian, mendekati zina itu punya banyak bentuk. Jika berhubungan badan adalah bentuk zina, maka hal lain seperti berpegangan tangan dan pelukan adalah bentuk mendekati zina. Bahkan, memandang dengan suatu perasaan termasuk ke dalamnya.

Dengan demikian, bagaimana hukumnya meminta pacar?

Hati-hati Doa yang Keliru

Mari kita ingat firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 216,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Baca Juga : Bahas Revisi Otsus, Pansus DPR Gelar Rapat Bersama Pemda PB

Mungkin kita pikir pacaran baik untuk kita. Namun, belum tentu Allah memandangnya sama. Bahwa, kerap kali tanpa kita sadari, kita meminta keburukan untuk kita sendiri. Dan ini menjadi watak manusia sebagaimana firman Allah,

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

“Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11)

Kita telah mengetahui bahwa pacaran adalah bentuk dari zina. Lantas, mengapa kita mendoakan sebuah maksiat untuk datang kepada kita? Jika pertanyaannya boleh atau tidak, maka ini kembali kepada orang yang berdoa.

Apakah kita mau sebuah keburukan datang kepada kita? Adalah beruntung jika Allah tidak mengabulkan doa kita. Karena, kalau ternyata doa itu terkabul, maka hal itu akan jadi masalah. Perhatikan firman Allah dalam surat Yunus ayat 11,

وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

“Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan. Pastilah Allah akan mengakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan dalam kesesatan mereka.” (QS. Yunus: 11)

Bahwa, ketika kita merasa bahwa doa kita dalam meminta pacar terkabul, boleh jadi Allah membiarkan kita dalam kesesatan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pacaran saja. Namun juga bentuk maksiat yang lainnya.

Untuk itu, berdoalah yang baik. Kita tidak tahu mana doa kita yang akan Allah kabulkan. Karena, itu adalah yang terbaik bagi kita.