Kajian Islam : Kisah Sahabat Nabi yang Gemar Mabuk
Ilustrasi Kisah Sahabat Nabi yang Gemar Mabuk

Kita mengetahui bahwa Islam melarang umatnya untuk mabuk minuman keras. Allah subhanahu wa ta’al berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu. Dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Dalam ayat tersebut, jelas mengapa Islam melarang mabuk minuman keras. Pertama, mabuk dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan. Ini karena ketikan orang mabuk, ia tidak dapat mengontrol perilakunya.

Kedua, mabuk menghalangi kita dari beribadah dan mengingat Allah. Misalnya, salat saat mabuk mampu membuat bacaan kita kacau bahkan memiliki arti yang salah. Namun, tahukah Anda? Ada satu sahabat Nabi yang gemar mabuk.

Bahkan, sahabat ini salah satu yang kerap membuat Nabi tertawa.

Kala Nabi Bercanda dengan Pemabuk

Kisah Nuaiman termaktub dalam syarah kitab Ihya’ Ulumuddin karangan “hujjatul islam” karya Imam Al-Ghazali. Ia adalah sosok sahabat Nabi yang gemar mabuk. Bahkan, tiada hari tanpa mabuk.

Nuaiman juga merupakan sahabat yang gemar bercanda. Ia adalah sahabat yang mampu membuat Nabi terkekeh.

Suatu hari, Nuaiman bangu dari tidurnya setelah mabuk. Ia mendapati perutnya kosong dan ia merasa lapar. Tanpa pikir panjang, ia langsung mencegat penjual makanan yang kebetulan lewat depan masjid.

Baca Juga : Hati-hati Ada Masker Medis Palsu Beredar! Ini Ciri-cirinya!

Namun sebelum makan, ia masuk ke masjid untuk mengajak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk makan. Kemudian, Nuaiman memesan dua porsi makan untuk makan bersama Nabi.

Setelah selesai makan, Nuaiman mencegat Nabi yang hendak kembali ke masjid. Ia berkata,

“Mau kemana ya Rasul? Habis makan kok tidak bayar?”

Selanjutnya, mendengar hal tersebut, Rasulullah tersenyum dan menjawab dengan pertanyaan. Beliau berkata,

“Kan, kamu yang pesan?”

“Betul Rasul. Tapi, biasanya raja itu mengayomi rakyatnya seperti meneraktir rakyatnya. Benar begitu ya Rasul?” jawab Nuaiman.

Kemudian, Mendengar hal tersebut Nabi terkekeh dan langsung membayar makanan tersebut. Kisah tersebut merupakan salah satu kisah yang luar biasa. Ini menunjukkan betapa ramah dan baik hatinya Nabi Muhammah shallallahu alaihi wa sallam.

Bahkan, pada suatu riwayat Nabi membela Nuaiman kala ada seseorang yang menghujatnya. Beliau berkata,

“Jangan pernah sekali lagi kalian semua menghujat dan melaknat Nuaiman, meskipun dia seperti ini tapi dia selalu membuatku tersenyum, dia masih mencintai Allah dan Aku, dan tidak ada hak bagi kalian melarang Nuaiman mencintai Allah dan mencintaiku sebagai Rasul.”

Sungguh teladan sifat Nabi. Semoga kita dapat bertemu Nabi pada hari akhir dan mendapatkan syafa’at-nya.