Kajian Islam : Sejarah dan Asal-usul Waktu Imsak
The Blue Mosque (foto : johncavacas.com)

“Waktu imsak tinggal 5 menit lagi!” terdengar suara pengurus masjid mengingatkan bahwa waktu sahur akan segera berakhir.

Hal seperti itu adalah hal yang lazim terjadi dalam masyarakat Indonesia. Menurut sebagian orang, imsak adalah waktu kala seseorang tidak boleh lagi makan dan minum. Meski demikian, imsak bukanlah saat adzan subuh berkumandang.

Imsak dalam masyarakat Indonesia bermaknda waktu sekitar 20 menit menjelang adzan subuh. Lantas, apakah ada dalil yang menjelaskan tentang waktu ini? Apakah benar kita tidak boleh makan saat waktu imsak?

Dalam firman Allah ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 187,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”

Kemudian, lebih jelas lagi Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam menjelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi,

الفَجْرُ فَجْرَانِ ، فَجْرٌ يُحْرَمُ الطَّعَامُ وَتَحِلُّ فِيْهِ الصَّلاَةُ ، وَفَجْرٌ تُحْرَمُ فِيْهِ الصَّلاَةُ (أَيْ صَلاَةُ الصُّبْحِ) وَيَحِلُّ فِيْهِ الطَّعَامُ

“Fajar ada dua macam: [Pertama] fajar haram untuk makan dan halal untuk shalat (yaitu fajar shodiq, fajar masuknya waktu shubuh, -pen) dan [Kedua] fajar yang haram untuk shalat shubuh dan halal untuk makan (yaitu fajar kadzib, fajar yang muncul sebelum fajar shodiq, -pen).”

Baca Juga : No Mudik No Cry, Ngotot Mudik Kena Sanksi

Artinya, ada dua waktu saat subuh hari. Pertama, waktu yang membolehkan umat muslim untuk makan dan tidak boleh salat. Waktu tersebut adalah waktu sahur hingga adzan subuh berkumandang. Pada waktu tersebut, Rasul menjelaskan kepada umatnya untuk makan dan minum untuk puasa.

Kedua, waktu untuk salat dan tidak boleh lagi makan. Itu adalah waktu saat adzan subuh sudah berkumandang. Artinya waktu sahur telah selesai. Lantas, mana dari waktu itu yang termasuk dalam waktu imsak?

Imsak Cuma Ada Pada Masyarakat Indonesia

Sebagian besar ulama sepakat bahwa waktu imsak yang berlaku pada orang Indonesia adalah bid’ah. Maksudnya, mereka menyatakan bahwa waktu tersbut tidak memiliki landasan sunnah dan Alquran yang khusus.

Menelisik asal-usul imsak, ternyata konsep ini berasal dari ulama Indonesia terdahulu. Mengutip dari boombastis.com, imsak adalah waktu untuk umat muslim bersiap-siap salat subuh.

Bentuk persiapannya beragam. Mulai dari mandi, sikat gigi, hingga berpakaian. Untuk mencegah orang dari batal puasa saat mandi, maka para ulama terdahulu memberikan waktu khusus bersiap-siap saat sahur.

Waktu tersebutlah yang bermakna sebagai waktu imsak. Jadi, ulama terdahulu menciptakan waktu tersebut agar umat bersiap-siap salat subuh tanpa khawatir batal. Imsak bukan berarti orang-orang tidak boleh makan dan minum lagi.

Namun kenyataannya, waktu imsak mengalami pergeseran makna. Bermula dari persiapan subuh menjadi waktu bersiap-siap puasa dan tidak lagi boleh sahur.