Kamera Pemantau, Melawan Covid-19
beritapapua.id - Kamera Pemantau, Melawan Covid-19 - Merdeka

Kamera Pemantau, Melawan Covid-19 – Tiongkok sedang membangun salah satu jaringan teknologi pengawasan paling canggih di dunia. Negeri Tirai Bambu tersebut memasang ratusan juta kamera yang tersebar di tempat-tempat umum. Kamera-kamera tersebut digunakan untuk mengintai warga sekaligus mengawasi kesehatan mereka. Seluruh daerah di Tiongkok telah menerapkan sistem ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona (COVID-19). Tiongkok sendiri berencana memperluas penggunakan jaringan ini dikarenakan tren penyebaran virus corona tetap meningkat setiap harinya.

Jaringan kamera pemantau ini digunakan untuk melacak kontak orang-orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus. Fitur ini juga dimanfaatkan untuk memberikan sanksi bagi unit bisnis atau individu yang melanggar batasan dan aturan yang ditetapkan Pemerintah Tiongkok.

Meski begitu, jaringan ini tetap membutuhkan tenaga manusia secara langsung dalam hal pemantauan lewat kamera. Orang-orang ini bekerja dalam ruang pemantauan dan melihat segala pergerakan warga. Untuk warga yang positif terkena covid-19, ada petugas yang akan turun langsung menegur warga tersebut apabila warga tersebut kedapatan melanggar protokol yang telah ditetapkan Pemerintah untuk warga yang sudah dites positif.

Di Tianjin, salah satu kota di Tiongkok, jaringan kamera ini berhasil melacak 9.000 orang yang terduga terpapar virus covid-19. Mereka pun harus dikarantina untuk meminimalisir penyeberan yang lebih luas di kota tersebut.

Baca Juga: Siapkah Indonesia Untuk Terbiasa Dengan New Normal Life

Aplikasi pelacak corona di Indonesia

Dilansir dari cnnindonesia.com, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi Bersatu Lawan Covid (BLC). Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan aplikasi tersebut dapat menampilkan peta risiko covid-19 dari seluruh Indonesia.

Untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut, pengguna harus terlebih dahulu mendaftarkan nama, alamat email dan Nomor Identitas Kependudukan (NIK), kemudian pengguna akan diminta untuk melengkapi data diri secara lengkap seperti nama lengkap, tanggal lahir, hingga alamat lengkap.

Aplikasi ini sendiri memiliki berbagai fitur seperti peta kasus, informasi aktual terkait covid-19, layanan rujukan rumah sakit, diagnosa mandiri hingga konsultasi.

Mengutip dari okezone.com, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa semakin banyak yang mendownload aplikasi ini maka akan semakin tajam analisanya. Beliau mengklaim bahwa aplikasi ini memiliki peta risiko di seluruh Indonesia.