Kampung Marketer yang Beradaptasi dengan Era 4.0
Beritapapua.id - Kampung Marketer yang Beradaptasi dengan Era 4.0 - Detik

Kampung Marketer yang Beradaptasi dengan Era 4.0 – Anak muda desa yang meninggalkan kampung halaman dan merantau untuk mencari uang sudah menjadi nyanyian lama yang sering kita dengar. Seringkali ini kemudian menjadi salah satu sebab minimnya menemukan pemuda desa yang masih ingin tinggal dan hidup pada sebuah desa.

Namun, pemandangan berbeda akan kita temui jika kita berkunjung ke salah satu desa Purbalingga. Tepatnya Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol yang jauh dari keramaian kota. Yang para pemudanya sudah bisa menghasilkan jutaan rupiah dengan membantu memasarkan produk para pelaku pasar online dari seluruh Indonesia melalui Kampung Marketer.

Kampung Marketer ini menjadi salah satu kampung yang mencoba menjawab tantangan zaman terhadap beralihnya pasar offline ke pasar online. Hal ini kemudian memudahkan dalam banyak hal bahwa antara pemilik bisnis dan karyawannya bisa terhubung secara maya. Website, media sosial dan lainnya diibaratkan suatu pasar yang siap dikelola. Melalui teknik atau cara agar bisnis online bisa berkembang dengan modal minim namun punya daya tarik.

Baca Juga: Demonstran Norwegia Meludahi Al Quran

Kampung Marketer oleh Nofi Bayu Darmawan

Kampung Marketer sendiri dirintis oleh Nofi Bayu Darmawan, seorang pemuda desa yang sudah menjalani internet marketer sejak kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Akuntansi (STAN) Jakarta. Pada 2013, Ia menjadi PNS pada Kementerian Keuangan. Namun berjalan 3,5 tahun bekerja, Ia mundur sebagai PNS dan lebih memilih kembali ke desa untuk menjalankan bisnis online.

Dari pilihan yang ia ambil, ia mampu membuat ratusan pemuda desanya untuk kemudian memiliki pekerjaan. Dengan menekan laju urbanisasi atau gerak perpindahan pemuda desa ke kota. Dan menjadi salah satu kampung yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman.

Namun hal ini tidak terjadi begitu saja. Nofi harus mengajar mulai dari nol tentang apa itu bisnis online, cara kerja bisnis online serta transaksi dalam bisnis online.

Bermula dari dua pemuda yang Ia ajukan pada partner bisnisnya, ternyata kinerjanya mendapat apresiasi yang memuaskan. Selanjutnya, Nofi terus mengembangkan SDM bisnis online melalui payung Kampung Marketer.

Kini, setidaknya Nofi sudah mempunyai enam kantor yang didirikan di dua desa dengan karyawan hampir 200an orang. Para karyawan tersebut merupakan SDM bidang CS bisnis online, iklan, content writer, serta leader CS yang merupakan pemuda-pemudi dari delapan desa sekitar Tunjungmuli.

Dalam lima bulan, jumlah partner yang bekerjasama dengan Kampung Marketer sebanyak 62 partner bisnis. Mulai dari pemilik brand, reseller hingga dropshipper.