Kanguru Wondiwoi, Hewan Langka Dunia Ada di Papua Barat
beritapapua.id - Kanguru Wondiwoi, Hewan Langka Dunia Ada di Papua Barat - BangRichkie

“Ini (Kanguru) adalah salah satu mamalia yang paling tidak dikenal di dunia. Spesies itu ternyata masih ada, itu sangat menakjubkan. Pegunungan (Wondiwoi) tersebut merupakan tempat yang terpencil dan sulit untuk diakses,” ungkap Eldridge, ahli biologi marsupial asal Australia.

Bulu cokelat kemerahan miliknya itu sangat anggun. Perawakannya mirip dengan musang, namun sedikit lebih besar, berdiri dengan dua kakinya dengan tubuh yang agak condong ke depan. Jika dilihat lebih dekat, bayi kangguru endemik Pegunungan Wondiwoi, Papua Barat, mirip dengan anak beruang yang bergelantungan di atas pohon. Raut wajahnya persis dengan saudaranya asal Australia, yakni kangguru.

Dendrolagus mayri, adalah kangguru endemik asal Papua Barat yang ditemukan di Pegunungan Wondiwoi. Hewan yang kerap disebut kangguru Wondiwoi ini, keberadaannya hampir punah. International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, Organisasi Internasional mengenai spesies yang terancam punah memperkirakan jumlah populasinya tak sampai 50 ekor. Bahkan, hewan ini diperkirakan sudah punah sebelum akhirnya ditemukan kembali 2017 oleh sejumlah peneliti Inggris.

Masuk dalam keluarga marsupiali, Kanguru Wondiwoi sedikit berbeda dengan saudaranya di Australia. Hewan endemik Papua ini dapat dikatakan sebagai omnivora. Meski sebagian besar makanannya adalah buah-buahan dan biji-bijian, tak jarang ia juga memakan telur burung. Hidup dari pohon ke pohon, mampu melompat hingga 9 meter dalam 1 kali lompatan.

Kepunahan kanguru Wondwoi tak lepas dari ulah manusia. Dahulu, hewan ini kerap diburu untuk daging dan kulitnya. Populasinya berkurang bersamaan dengan menipisnya persediaan makan di habitat aslinya. Entah sebab pemanasan global atau ulah manusia.

Baca Juga: Onesimus Aluwa, Putra Asal Papua yang Raih Beasiswa Magister di Rusia

Kanguru Pohon Paling Langka di Dunia

Kangguru Wondiwoi mirip dengan satwa mistis. Tak banyak orang di dunia yang tahu keberadaan hewan ini. Kangguru ini pertama kali ditemukan oleh ahli biologi evolusi legendaris, Ernst Mayr, saat ia bertandang ke Pegunungan Wondiwoi, Papua Barat pada tahun 1928. Saat itu, ia berhasil menembak kanguru Wondiwoi yang saat ini menjadi koleksi di National History di London. Pada tahun 1933, hewan ini diidentifikasi sebagai dendrolagus mayri.

Setelah sekitar 90 tahun lamanya, akhirnya hewan ini kembali ditemukan. Ahli botani asal Inggris, Michael Smith, menjadi orang yang mengungkap keberadaan satwa langka itu di tahun 2017. Dalam petualangannya mencari kanguru pohon itu, Ia dibantu oleh pemburu lokal dan salah seorang mahasiswa Universitas Papua, Norman Terok. Saat menemukan sosok hewan berbulu yang bertengger di atas pohon, ia langsung menembak makhluk endemik itu dengan kamera miliknya.

Hasil jepretannya itu ia diskusikan dengan sejumlah ahli kanguru pohon, beberapa di antaranya yakni Mark Eldridge, ahli biologi marsupial di Australian Museum di Sydney, dan Roger Martin asal James Cook University. Eldridge begitu kagum dengan hasil foto Smith. Menurutnya, kanguru Wondiwoi adalah salah satu mamalia yang paling tidak dikenal di Dunia.

“Ini adalah salah satu mamalia yang paling tidak dikenal di dunia. Spesies itu ternyata masih ada, itu sangat menakjubkan. Pegunungan tersebut merupakan tempat yang terpencil dan sulit untuk diakses,” ujar Eldridge.

Baca Juga:

Perjuangan Melacak Kanguru Wondiwoi

Pegunungan Wondiwoi bukanlah medan yang ramah untuk melakukan penelitian. Tempat tersebut diselimuti hutan dan sangat sulit untuk diakses. Belum lagi ancaman binatang buas yang kapan saja bisa menghampiri. Michael Smith, orang yang menemukan kanguru Wondiwoi di tahun 2017, beruntung dapat menemukannya.

Smith mengenali goresan khas kuku kanguru Wondiwoi pada pohon saat ia dan timnya berada di ketinggian 1.500 hingga 1.700 meter Pegunungan Wondiwoi. Ia dan timnya mulai menemukan sejumlah kotoran kanguru itu dan bekas goresan kuku pada pohon. Smith bercerita, bahwa ia juga mampu mengenali bau dari hewan endemik Papua itu.

“Kita juga bisa mencium bau yang ditinggalkan oleh kanguru,” tutur Smith.

Pencarian kanguru Wondiwoi begitu melelahkan. Smith dan timnya hampir putus asa untuk mendapatkan foto dari hewan langka dunia itu. Meski berukuran besar dengan bobot 16 kg, menemukannya di hutan belantara merupakan satu pekerjaan yang tidak mudah. Pada hari terakhir ekspedisinya, ia akhirnya dapat mengabadikan hewan tersebut dalam foto dari jawak 30 meter.

“Setelah berusaha mencari cara untuk memotret, akhirnya saya mendapat momen tepat untuk mengabadikan kanguru yang sedang mengintip dari balik dedaunan itu,” ujar Smith.