Kantor Distrik Sentani Bisa Cetak Langsung e-KTP
beritapapua.id - Aktifitas perekaman E-KTP di kantor Disdukcapil Kabupaten Jayapura. (Foto: Kabarpapua)

Pemerintah Distrik Sentani terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan adanya terobosan baru di Kantor Distrik Sentani yaitu, bisa cetak langsung e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Herald J. Berhitu mengatakan bahwa masyarakat sudah bisa mendapatkan pelayanan pembuatan dokumen administrasi kependudukan di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Pelayanan dokumen administrasi kependudukan untuk masyarakat yang ada di Distrik Sentani sudah bisa dilakukan langsung di kantor Distrik Sentani,” kata Herald J. Berhitu, Senin (23/5/2022).

Ia mengatakan tahap uji coba juga sudah terlaksana dan berjalan dengan lancar. Proses pelayanan pembuatan dokumen administrasi kependudukan di Kantor Distrik Sentani juga sudah mulai sejak, Jumat 20 Mei kemarin.

“Karena alatnya sudah lengkap, mulai hari Jumat 20 Mei lalu kita sudah uji coba alat perekaman dan pencetakan KTP elektronik,” tambahnya.

Sudah Bisa Melayani Pembuatan e-KTP

Ia juga menjelaskan bahwa Kantor Distrik Sentani sudah bisa melayani pembuatan e-KTP mulai dari perekaman, penerbitan hingga pencetakan. Karena itu masyarakat sekitar Kota Sentani bisa langsung hadir ke Kantor Distrik Sentani.

“Jadi, masyarakat yang ada di Distrik Sentani khususnya di Kota Sentani dan sekitarnya sudah bisa langsung mendapatkan pelayanan pembuatan KTP dari perekaman hingga pencetakan KTP elektronik itu semua di Distrik Sentani,” ujarnya.

Baca Juga: Frans Pekey Resmi Jadi Pelaksana Harian Wali Kota Jayapura

Adapun terobosan ini merupakan bagian dari implementasi program Distrik Membangun Membangun Distrik (DMMD), yang sedang digalakkan oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Di Kabupaten Jayapura setidaknya ada 10 distrik yang dijadikan sebagai pilot project untuk pelimpahan sebagian kewenangan tersebut. Namun khusus untuk Dispendukcapil baru ada empat distrik yaitu, Sentani Timur, Sentani, Nimboran dan Distrik Demta.

“Kalau di Sentani Timur itu masih dalam proses, kita sedang menunggu laporan dari mereka. Kemudian, di Distrik Nimboran memang sempat jalan. Tetapi, terkendala oleh jaringan. Sedangkan di Distrik Demta juga belum bisa jalan, karena terkendala jaringan dan peralatan yang belum bisa kita belanjakan. Sehingga yang baru mulai berjalan ini di Distrik Sentani,” terangnya.

Untuk memaksimalkan program ini, memang sangat dibutuhkan anggaran yang cukup besar, terutama untuk mendatangkan sejumlah peralatan atau fasilitas pendukung di sejumlah distrik tersebut.

Selain itu, juga dukungan fasilitas lain seperti jaringan internet dan listrik juga menjadi hal utama yang harus terpenuhi.