Kapal China di Natuna, Diusir Namun Menolak Pergi
Beritapapua.id - Kapal China di Natuna, Diusir Namun Menolak Pergi - Kompas

Kapal China di Natuna, Diusir Namun Menolak Pergi –┬áPada Sabtu (12/9), Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mendeteksi adanya kapal coast guard (penjaga pantai) milik China masuk ke perairan Indonesia, tepatnya di Laut Natuna bagian utara. Kapal dengan nomor lambung 5204 itu terdeteksi masuk pukul 10.00 WIB.

Menyikapi hal tersebut, Bakamla RI mengirimkan KN Nipah 21 untuk mengusir kapal tersebut. KN Nipah 21 sendiri adalah salah satu unit yang bertugas untuk melakukan operasi cegah tangkal pada wilayah zona maritim barat.

Meski KN Nipah 21 sudah memperingatkan kapal tersebut untuk meninggalkan Indonesia, peringatan tersebut ternyata tidak digubris. Kapal tersebut beralasan bahwa mereka berada pada area nine dash line (sembilan garis putus), yang diklaim sebagai wilayah teritorial China. Sedangkan menurut Undang-Undang Laut Internasional (UNCLOS 1982), Laut Natuna Utara merupakan kawazan zona ekonomi ekslusif RI dan UNCLOS 1982 tidak mengakui keberadaan nine dash line.

Laut Natuna Utara sendiri merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, dan kapal-kapal asing boleh melintas dengan syarat tidak melakukan aktivitas lain yang bertentangan dengan hukum nasional.

Hingga hari ini Minggu (13/9), baik KN Nipah 21 dan kapal tersebut masih berada pada lokasi dan saling membayangi. Bakamla RI sendiri telah melakukan koordinasi dengan Kemenpolhukam dan Kemenlu untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Penyebaran Covid-19 Papua Semakin Parah

Bukan Kejadian Pertama

Upaya kapal China merangsek masuk ke wilayah perairan Indonesia, bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya kejadian serupa terjadi pada bulan Januari silam.

Saat itu, berdasarkan hasil pemantauan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdapat 30 kapal asing bersama cost guard China yang masuk ke daerah Natuna.

Sebagai bentuk penyikapannya, Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono saat itu langsung menerjunkan tiga KRI. Yakni KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359 dan KRI Jhon Lie 358 untuk mengusir mereka.

China sendiri kerap memiliki masalah terkait perbatasan dengan beberapa negara lainnya. Yakni dengan Filiphina, Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan dan Vietnam.