Ratusan anggota Polda Papua Barat mendapatkan kenaikan pangkat. 546 personel yang mendapatkan kenaikan pangkat terdiri dari 8 perwira menengah, 100 perwira pertama, dan 438 Bintara.

Dalam upacara korps kenaikan pangkat digelar di Gedung Arfak Convention Hall Mapolda Papua Barat, Sabtu (31/12/2022), Kapolda Papua Barat menyampaikan selamat dan berpesan agar anggotanya memberikan kinerja yang lebih baik lagi.

“Jangan hanya pangkat naik tapi profesional, cara bekerja lebih sistematis lebih ilmiah, berpikir secara ilmiah dan logis dan menyelesaikan persoalan secara saintifik,” kata Daniel.

Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa kenaikan pangkat tidak membuat anggota Polda Papua Barat jemawa.

“Anda jangan merasa membuat diri inti, kalau bahasa Jawa jemawa. Kenaikan pangkat itu semua doa orang terdekat. Bertemu sama keluarga ucapkan terima kasih kepada istri anak orang tua dan tetangga yang berdoa untuk kamu sehingga naik pangkat,” ungkapnya.

Selain itu, dia berpesan agar personel polisi tidak berhenti belajar. Baik belajar melalui pendidikan formal maupun pendidikan nonformal agar tidak ketinggalan zaman.

“Jangan sampai pangkat Kombes, tapi menyanyi lagu Indonesia Raya saja tidak bisa atau tidak bisa menghafal Pancasila” tuturnya.

Lebih lanjut, selama Tahun 2022 Polda Papua Barat telah memecat sebanyak 11 anggotanya yang telah terbukti melanggar kode etik profesi.

Kepala Biro Sumber daya Manusia SDM Polda Papua Barat, Kombes Pol Sugandi mengatakan terdapat 11 personel yang telah di pecat atau Pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH).
“Sebanyak 11 Anggota sudah di PTDH selama 2022,” ungkapnya.

Penyebab pemecatan anggota pun beragam. Mulai dari masalah perselingkuhan, disersi hingga pelanggaran asusila.

“Dari 11 orang ini sebanyak 8 orang disersi. Kemudian yang melakukan tindak pidana 2 orang dan satu lagi melakukan pelanggaran asusila atau perselingkuhan” tuturnya.