Kapolda Papua Diminta Tindak Tegas Pelaku Penembakan di Wamena
beritapapua.id - Warga Ibele saat demo di depan Gedung Otonom Pemda Jayawijaya. (foto: Papuainside)

Warga Ibele Jayawijaya melakukan aksi demo terkait dengan penembakan warga sipil di Kota Wamena yang terjadi pada 13 Oktober 2021 lalu. Aksi demo tersebut berlangsung di halaman gedung Otonom Pemda Jayawijaya, Senin (29/11/2021).

Markus Hiluka selaku perwakilan masyarakat membacakan aspirasi tersebut saat melakukan demo bersama puluhan warga Ibele.

Dalam demonstrasi tersebut warga Ibele Jayawijaya minta Kapolda Papua untuk menindak dan memproses hukum pelaku penembakan.

“Kami minta kepada Kapolda Papua untuk segera memproses pelaku penambakan terhadap saudara Surya Wenda dan tiga saudara lainnya atas nama Perince Gombo, Espai Gombo, dan Gaspi Mabel yang terjadi pada 13 oktober 2021 lalu,” ungkap Markus Hiluka saat membacakan poin-poin dalam aspirasi masyarakat Ibele.

Selain itu, massa juga meminta Pemda Jayawijaya dan satuan Brimob untuk segera membayar ganti rugi sesuai tuntutan keluarga. Jumlah yang untuk dibayarkan adalah membayar satu korban meninggal Rp 4 milyard dan tiga korban luka Rp 900 juta.

Markus Hiluka yang merupakan mantan anggota DPRD Jayawijaya ini juga mewakili massa meminta penjelasan pemda terkait kehadiran satuan Brimob di Jayawijaya.

“Kami minta kepada pemda untuk segera kembalikan satuan Brimob yang ada di Jayawijaya ke Polda Papua.” tuturnya.

Kembali Melakukan Aksi Demo

Ia juga menambahkan jika tuntutan massa tidak terpenuhi akan kembali melakukan aksi demo tersebut. Dengan begitu ia berharap kasus tersebut bisa segera terselesaikan dengan cepat.

“Dan apabila tuntutan kami di point ke 2 tidak terpenuhi oleh pemda dan Brimob maka kami tidak akan berhenti melakukan aksi demo damai,” tambahnya.

Baca Juga: Vaksinasi di Kota Jayapura Sudah Mencapai 73 Persen

Sementara itu, Plt.Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono M.A.P yang menerima aspirasi massa pendemo berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan dalam hal ini bupati.

“Ini menjadi ranah kepolisian untuk diselesaikan, namun demikian karena ada penyampaian-penyampaian yang harus disampaikan kepada bupati terkait dengan permasalahan ini tentunya saya akan meneruskan apa yang menjadi penyampaian warga pendemo,” ungkap Tinggal Wusono.

Tinggal Wusono menambahkan bahwa masalah tersebut merupakan ranah kepolisian, dan berharap bisa terselesaikan secara bijak. Untuk itu perlu adanya musyawarah secara baik-baik dengan pihak-pihak terkait.