Kapolda Papua Minta Perusahaan Hentikan Pembangunan BTS di Daerah Rawan
beritapapua.id - Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri. (Foto: Istimewa)

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri meminta perusahaan untuk menghentikan pembangunan base transceiver station (BTS) untuk sementara waktu, khususnya di daerah rawan terhadap gangguan keamanan.

Penghentian pembangunan BTS ini setelah terjadinya kasus pembantaian terhadap karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) di pedalaman Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Rabu (2/3).

“Memang saya sudah perintahkan untuk menghentikan pembangunan BTS di sejumlah daerah yang rawan gangguan keamanan,” kata Irjen Pol. Fakhiri kepada wartawan di Jayapura, Minggu.

Kapolda Papua mengakui bahwa ada beberapa wilayah yang ada di Papua yang saat ini masih rawan gangguan keamanan. Selain Kabupaten Puncak, juga ada beberapa daerah, yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Dia mengatakan, Polda Papua telah mengirim surat kepada PT Telkom untuk menghentikan sementara pekerjaan perbaikan atau pembangunan tower BTS di wilayah-wilayah rawan itu.

Memberitahu Keberadaan Kepada Aparat Keamanan

Kapolda Papua berharap perusahaan yang mengerjakan pembangunan, bukan hanya BTS, hendaknya memberitahukan keberadaan mereka kepada aparat keamanan.

“Jangan datang diam-diam, iya, kalau selama pengerjaan berlangsung aman. Akan tetapi, bila sebaliknya, ada gangguan keamanan hingga menimbulkan korban jiwa,” kata Fakhiri.

Ia meminta kepada perusahaan yang melakukan pembangunan di Papua untuk bisa menerapkan hal tersebut demi menjaga para pekerja.

Baca Juga: Stok Minyak Goreng di Papua Masih Terbilang Aman

Menurutnya dengan aparat keamanan mengetahui keberadaan mereka, hal bisa membuat para aparat kemanan segera menentukan langkah-langkah agar mengamankan karyawan.

Sebelumnya, KKB melakukan pembantaian terhadap karyawan PT PTT hingga menewaskan delapan orang, pada hari Rabu (2/3). Dalam insiden tersebut delapan orang karyawan tewas akibat dari kekejaman KKB. Sementara salah satu karyawan bernama Nelson Sarira berhasil selamat dari aksi KKB tersebut.

Insiden itu berhasil terungkap setelah Nelson Sarira memberitahukan kejadian tersebut pada, pada hari Kamis (3/3). Bahkan aksi KKB tersebut sempat terekam oleh CCTV yang ada di BTS3.

Akhirnya evakuasi terhadap Nelson Sarira berhasil pada, hari Sabtu (5/3), sedangkan jenazah delapan orang karyawan PT Palapa Timur Telematika baru dapat dilaksanakan pada hari Senin (7/3).