Kasus Covid-19 di Jawa Timur kian memburuk
beritapapua.id - Kasus Covid-19 di Jawa Timur kian memburuk - Republika

Kasus Covid-19 di Jawa Timur kian memburuk – Jawa Timur kini telah mencatatkan angka kasus positif Covid-19 tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus yang mencapai 11.805 pasien Covid -19 pada Senin, 29 Juni 2020. Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr. Joni Wahyuhadi menyebut angka corona tertinggi menjadikan Jatim sebagai Juara Nasional. dr. Joni juga mengkhawatirkan kondisi penularan Covid-19 di wilayah Jatim yang yang 65 persen pasiennya disumbang oleh tiga daerah yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Sejumlah hal-hal justru mengemuka, di tengah upaya penanganan Covid-19. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sendiri menilai Pemkot Surabaya lamban dalam penanganan kasus Covid-19 sehingga mengakibatkan penularan semakin meluas. Salah satunya adalah yang terdapat pada pabrik rokok PT. HM Sampoerna Tbk. Namun dilansir dari cnnindonesia.com, Wakil Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser merespons hal itu dengan membantah ada keterlambatan informasi maupun penanganan Covid-19 yang terjadi di lingkungan karyawan pabrik rokok PT. HM Sampoerna Tbk di Rungkut, Jawa Timur. Selain itu, pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim juga telah menemukan dua klaster penularan Covid-19 di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza Surabaya. Namun, pasien positif yang telah ditemukan di kedua mal itu tidak tertular di tempat tersebut.

Baca Juga: Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Pandemi

Pasien Covid-19 di Surabaya Berasal dari Luar Daerah

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan bahwa banyaknya pasien positif Covid-19 yang dirawat di Surabaya berasal dari luar daerah. Sehingga berakibat pada warga Surabaya tidak kebagian ruang perawatan rumah sakit. Merespon hal tersebut Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim, dr. Joni Wahyuhadi, mengatakan bahwa etika kedokteran melarang rumah sakit atau dokter membeda-bedakan pasien. Ia juga menambahkan bahwa di RSUD dr. Soetomo, Surabaya 95 persen pasien juga merupakan warga Surabaya.

Perihal terjadinya penelantaran pasien, dr. Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa rumah sakit mendadak kedatangan rujukan 35 pasien Covid-19 dalam waktu semalam. Tim command center 112 Pemkot Surabaya pun membantah tudingan sengaja menelantarkan pasien.

Kisruh juga terjadi terkait pengadaan Mobil Lab BNPB. Dimana Walikota Risma marah ketika mendapati dua mobil untuk tes Covid-19 yang dikirim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diambilalih Pemprov Jawa Timur. Risma mengaku tak terima dengan sikap Pemprov Jatim yang mengalihkan mobil dari BNPB ke Tulungagung dan Lamongan. Padahal dua mobil lab PCR itu khusus diperuntukkan melakukan tes masif corona di Surabaya. Di sisi lain, Ketua Rumpun Logistik Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur sekaligus Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono menyatakan pihaknya lebih dulu mengajukan bantuan mobil tes tersebut.

Kabar terbaru juga kembali datang dari Walikota Risma yang mendadak bersujud dan tampak menangis di hadapan para dokter. Pada saat mendengarkan keluhan dokter-dokter yang ada di rumah sakit rujukan di Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020). Ketua Pinere RSUD dr. Soetomo, dr. Sudarsono yang mengeluhkan kondisi RSUD dr. Soetomo yang telah overload pasien Covid-19 menyebutkan banyak pasien tidak dapat tertangani dengan baik. Mendengar hal itu Risma akhirnya bersujud dan memohon maaf. Ia mengeluhkan dirinya yang tidak bisa berkomunikasi langsung dengan rumah sakit. Bahkan, Risma mengatakan bantuan alat pelindung diri (APD) yang dikirimkan RSUD dr. Soetomo juga ditolak.