Kasus Covid-19 Melonjak, Stok Oksigen di Papua Terkendala
beritapapua.id - Ilustrasi sejumlah warga mengikuti sosialisasi vaksinasi Covid-19 di Agats, Asmat, Papua. (foto : antara)

Lonjakan kasus Covid-19 beberapa pekan terakhir membuat ketersediaan oksigen medis di Papua sangat sulit untuk di dapatkan.

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Papua, Dr Silwanus Sumule, mengakui ketersediaan oksigen di tiga kabupaten dan kota masih terkendala. Tiga kabupaten dan kota yang masih mengalami kesulitan oksigen yaitu Kota dan Kabupaten Jayapura serta Kabupaten Keerom.

Ia mengatakan ini terjadi karena hasil produksi dengan permintaan tidak sebanding, karena produksi lebih sedikit sedangan permintaan sangat banyak. Ini juga dampak dari lonjakan kasus baru Covid-19. RS yang membutuhkan pun harus ‘bersaing’ untuk mendapatkan tabung oksigen medis dengan pasien isolasi mandiri bergejala.

“Kadang kita datang, produsen katakan beberapa tabung sudah diambil oleh keluarga pasien yang menjalani isolasi mandiri. Jadi kita seperti rebutan, karena yang isolasi mandiri juga ada yang bergejala sehingga harus menggunakan oksigen medis,” terangnya

Saat ini kebutuhan oksigen naik menjadi sekitar 550 tabung hingga 600 tabung. Sementara pasokan dari distributor yang memproduksi oksigen baru 400 tabung, kata Dr Silwanus, Selasa (27/7).

Baca Juga : Satgas Covid-19 Kota Sorong Dapati Surat Vaksinasi Palsu

“Kondisi oksigen kita selalu dalam keadaan kritis. Karena tempat pengisian ulang di Manokwari belum bisa mencukupi kebutuhan kita,” ungkapnya.

Untuk ketersediaan oksigen di berbagai kabupaten di Papua hingga kini belum ada laporan. Namun untuk daerah Wamena sudah bisa teratasi karena bisa memproduksi sendiri.

Seiring Bertambahnya Pasien Covid-19, Kapasitas Tempat Tidur Kurang

Selain kendala ketersedian oksigen, ada juga masalah lain yaitu kurangnya kapasitas tempat tidur di tiap-tiap rumah sakit di tiga wilayah di Papua tersebut.

Sumule juga mengatakan jika kasus positif Covid-19 saat ini berkisar 400 kasus per hari. Oleh karenanya ia mengimbau masyarakat agar tetap bisa menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain penambahan kasus positif Covid-19 juga kasus kematian meningkat akibat banyak yang datang ke rumah sakit sudah dalam sakit sedang menuju ke berat.

Bahkan terkadang saturasi oksigennya di bawah 75, belum lagi memiliki penyakit bawaan, ujar Dr Sumule yang juga menjabat Wakil Direktur RSUD Jayapura. Secara komulatif hingga Ahad (25/7) kasus positif Covid-19 di Papua tercatat 32.978 orang, 6.417 orang di antaranya dirawat dan 757 orang meninggal serta sembuh 25.804 orang.