Kasus Covid-19 Papua Mencapai Angka 4.202
Beritapapua.id - Kasus Covid-19 Papua Mencapai Angka 4.202 - Seputarpapua

Kasus Covid-19 Papua Mencapai Angka 4.202 – “Sebanyak 4.202 pasien itu tersebar di 28 kabupaten dan satu kota yang ada di provinsi tersebut,” kata Silwanus, Kamis (10/09/2020), dikutip dari Media Indonesia.

Juru bicara Satuan Tugas Covid-19, dr. Silwanus, menyampaikan data terakhir kasus Covid-19.  Sejak 17 Maret hingga 9 September 2020, terdapat 4.202 pasien positif di Papua.

Dari angka tersebut, sebagian besar berasal dari Kota Jayapura dengan jumlah kasus 2.323 orang. Di urutan kedua dan ketiga kasus berasal dari Kabupaten Mimika sebanyak 897 orang dan 344 orang dari Jayapura.

Untuk rincian lainnya, terdapat 185 dari Biak Numfor, 61 orang dari Jayawijaya. Selain itu, jumlah kasus relatif di bawah angka 30 seperti Kabupaten Yapen, Tolikara, Yalimo, Boven Digoel, Malimo dan Supiori.

Sehari sebelumnya, terdapat penambahan jumlah kasus sebanyak 54 orang. Sebnayak 22 orang berasal dari Kabupaten Mimika, 9 orang dari Kabupaten Biak Numfor, 20 orang dari Kota Jayapura, 1 orang dari Kabupaten Jayawijaya dan dua orang dari Kabupaten Merauke.

Meski demikian, dr. Silwanus mengatakan terdapat zona hijau di Papua. Terdapat 5 Kabupaten, yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Sarmi, Jayawijaya, Mamberamo tengah, Waropen, dan Puncak Jaya.

Baca Juga: Billy Mambrasar: Pemberdayaan Masyarakat Papua Dalam Pembangunan

Pilkada Papua: 6 Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19

Kasus Covid-19 Papua Mencapai Angka 4.202
Beritapapua.id – Kasus Covid-19 Papua Mencapai Angka 4.202 – Gatra

Sebanyak 6 bakal calon di Papua terpapar Covid-19. Pernyataan tersebut merujuk pada hasil pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura. Diketahui, sebanyak 5 balon berasal dari Kabupaten Supiori dan 1 orang dari Kabupaten Keerom.

Mereka yang terpapar otomatis tidak dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

“Balon (bakal calon) kepala daerah yang terpapar COVID-19, otomatis tidak dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya,” jelas Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Manoach dalam keterangan pers, Selasa malam (08/09/2020).

Untuk memastikan keberlangsungan pesta demokrasi, seluruh petugas yang melakukan kontak dengan balon harus menjalani tes SWAB. Anjuran ini dikeluarkan oleh Bawaslu agar pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Selain itu, bakal calon diminta untuk melakukan tes SWAB di setiap tahapan pilkada. Bawaslu berharap tidak terjadi hal-hal yang diinginkan dalam pesta rakyat 5 tahunan ini. Seluruh elemen yang terkait dalam penyelenggaran pilkada diminta mematuhi protokol kesehatan.

“Ini menjadi catan bagi kami, sebab kami sudah ingatkan jauh sebelumnya bahwa semua pihak perlu meningkatkan kesadaran dalam mentaati protokol kesehatan pencegahan corona,” papar Ronald.