Kasus Penculikan Grab, Pengemudi dan Korban Berdamai
beritapapua.id - Kasus Penculikan Grab, Pengemudi dan Korban Berdamai - kumparan.com

Kasus Penculikan Grab, Pengemudi dan Korban Berdamai – Karyawati bernama Istiani pernah mengalami kejadian tidak mengenakan ketika sedang menggunakan jasa taksi online yaitu Grab Car. Pada awalnya ia meminta dijemput di kosannya yang berada di Palmerah, Jakarta Barat, dengan lokasi tujuan pertama ke kantornya yang berada di Darmawangsa, Jakarta selatan lalu lokasi kedua di daerah ICE BSD.

Dugaan berawal ketika Istiani tidak membawanya lokasi yang dituju, malahan ia dibawa terus menjauh dari titik lokasi tujuan, serta dibawa masuk kedalam jalan tol arah Merak dengan kecepatan tinggi. Istiani curiga pada sopir Grab yang membawanya menjauhi titik lokasi yang seharusnya. Menurut korban, sopir taksi online yang diketahui bernama Muhammad Imam berkomunikasi dengan menggunakan kode-kode dengan pihak lain melalui ponselnya.

Karena panik akhirnya ia menekan fitur emergency yang ada pada aplikasi Grab. Beruntung, saat itu ia cepat terhubung dengan operator aplikasi taksi online tersebut. Operator Grab segera merespon, yang akhirnya membuat sopir taksi online tersebut panik dan menurunkan Istiani di pinggir tol.

Operator Grab telah mengirimkan Satuan Petugas (Satgas) ke lokasi tempat Istiani dimana ia diturunkan oleh Muhammad Imam di pinggir tol. Pihak Grab juga bertanggung jawab mengirimkan armada lain untuk melakukan penjemputan, serta Satgas bersedia menemani korban untuk melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

Baca Juga: Pemerintah Putuskan Tidak Memulangkan WNI Eks ISIS

Kasus Penculikan Tersebut Hanyalah Kesalahpahaman

Setelah membuat laporan polisi keesokan harinya Subdit Jatanras Polda Metro Jaya mengamankan Muhammad Imam untuk dimintai keterangan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sopir Grab Car itu menyatakan dugaan penculikan itu hanya Kesalahpahaman.

Saat diperiksa, Imam mengaku akan mengantar Istiani ke Lokasi kedua yakni ICE BSD. Karena itu ia memilih rute jalan tol ke arah Merak. Setelah pemeriksaan pihak kepolisian kemudian mempertemukan Istiani dengan Muhammad Imam.

Imam mengaku baru satu bulan menjadi sopir Grab sehingga dia belum terlalu mengerti menggunakan aplikasi Grab, sehingga ia menekan rute kedua dan langsung mengarah ke ICE BSD. Istiani juga menjelaskan kode-kode rahasia yang sempat dia dengar saat Imam menelepon seseorang. Sopir Grab tersebut mengaku ia sedang menelepon salah satu keluarganya, namun memilih untuk berisik-bisik agar tidak mengganggu Istiani.

Atas kesalahpahaman tersebut kedua pihak telah saling meminta maaf dan memaafkan. Istinai juga mengatakan memohon maaf kepada Imam, keluarga, dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi.