Kayu Sowang
Kayu Sowang, Kayu Endemik dengan Kualitas Tinggi Asal Papua

Kayu Sowang, Kayu Endemik dengan Kualitas Tinggi Asal Papua – Ada apa dengan Kayu Sowang? Tumbuhan yang dikenal dengan nama kayu song ini terancam punah. Pasalnya, banyak orang yang kerap memburu kayu ini. Lantaran regenerasinya yang lamban, jumlah kayu ini terus menipis tiap tahunnya.

Kayu song adalah tumbuhan endemik Pegunungan Cyclops, Papua. Artinya, kayu semacam ini tidak ada lagi selain di Papua. Hal ini membuatnya menjadi sangat bernilai. Bukan soal fungsi dari kayu song-nya saja. Namun juga ihwal menjaga kelestarian hayati tumbuhan di Papua.

Alasan kayu song dicari adalah kualitasnya sebagai kayu bakar. Banyak orang menilai, kayu sowang ini merupakan kayu bakar dengan kualitas terbaik karena bisa dipakai berkali-kali. Itu sebabnya, kayu ini menjadi pilihan bisnis rumah makan di Papua.

“Arang dari kayu sowang itu kualitas terbaik dan bisa digunakan berkali-kali. Pedagang merasa untung jika memakai kayu arang dari sowang dibandingkan tempurung,” kata Sri Wilujeng, peneliti kayu sowang, dikutip dari Mongabay Indonesia (8/6/2017).

Kualitas kayu sowang tidak sembarangan. Sri Wilujeng menyebut bahwa kayu ini tahan akan perusak kayu seperti rayap tanah, penggerek kayu dan cendawan. Selain itu, kayu ini tergolong kayu yang kuat menahan api. Tak ayal jika ia bisa digunakan berkali-kali sebagai kayu bakar.

Baca Juga: KPU Menunda Penetapan Tiga Paslon Bupati Papua

Kearifan Lokal Menjaga Kayu Sowang

Kayu Sowang, Kayu Endemik dengan Kualitas Tinggi Asal Papua
Beritapapua.id – Kayu Sowang, Kayu Endemik dengan Kualitas Tinggi Asal Papua – Tribun

Jika bukan karena kearifan warga lokal, maka kayu sowang akan mengalami kepunahan. Ada sebagian masyarakat Papua yang menjaga ekologi dari kayu sowang itu. Dalam kepercayaan mereka, penggunaan kayu sowang memiliki aturan adat yang ketat dan tidak sembarangan.

Warga Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, misalnya. Mereka salah satu kelompok masyarakat yang memerhatikan keberadaan kayu sowang.

“Mengambil kayu sowang untuk membangun tiang rumah atau membuat perahu itu tidak sembarang. Harus melalui proses aturan adat dan tetap menjaga pegunungan Cyclops,” ungkap Amos, kepala suku Kampung Sereh.

Kayu sowang kerap dimanfaatkan dari segi adat. Misalnya, berhubungan dengan kegiatan ritual, pembuatan senjata tradisional, perkakas rumah, tiang pagar atau tiang rumah. Ini bukan tanpa alasan. Kayu sowang terkenal dengan kualitas dan kekuatannya. Bahkan, semakin terendam air, maka semakin kuat.

Masyarakat adat paham akan kemampuan kayu tersebut. Berlandaskan kearifan lokal, mereka berupaya untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan. Namun sayangnya, banyak masyarakat pendatang yang tidak mengindahkan aturan adat.

“Tapi masyarakat pendatang ini yang kadang-kadang mengambil kayu sowang untuk kepentingan ekonomi mereka,” imbuhnya.