Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung
beritapapua.id - Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung - Voi.Id

Kebakaran melanda Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Sabtu 22 Agustus 2020. Akibat peristiwa itu, bangunan gedung utama habis terbakar api. Dari hasil laporan terbaru, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihak Kejagung menyebutkan bahwa sumber kebakaran berasal dari lantai 6 gedung utama, namun pihak Kejagung tidak menyebutkan penyebab dari kebakaran tersebut. Gedung utama yang terbakar merupakan gedung bidang pembinaan dan intelijen. Sedangkan gedung tindak pidana khusus lokasi nya berjauhan dari gedung utama.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengemukakan bahwa lantai 5 adalah Gedung Jaksa Agung Muda Pembinaan dan lantai 6 adalah Gedung Kepegawaian yang menyimpan banyak arsip seluruh pegawai Kejagung.

“Sementara ini diketahui bahwa yang terbakar itu di lantai 6 dan lantai 5 ya. Lantai 5 itu Pembinaan dan lantai 6 itu adalah bagian Kepegawaian,” tutur Hari.

Baca Juga: Jaksa Agung Mutasi Kajati Papua Barat dan Sumatera Barat

Tanda Tanya Dari Publik

Peristiwa kebakaran ini sendiri menimbulkan tanda tanya dari publik mengingat Kejaksaan sedang mengusut kasus besar seperti kasus korupsi Jiwasraya, kasus hak tagih Bank Bali yang menyeret Djoko Tjandra serta kasus Jaksa Pinangki yang belakangan ketahuan terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan bahwa seluruh berkas perkara Kejaksaan selamat dari kobaran api. Hari juga meminta publik untuk tidak berspekulasi terkait peristiwa kebakaran ini. Dia meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi Polri terkait penyebab terjadinya kebakaran.

Hal senada juga disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin, bahwa berkas perkara, alat bukti dan dokumen perkara dalam posisi aman.

Gedung yang terbakar merupakan unit Sumber Daya Manusia, sehingga tidak mungkin berkas dan alat bukti disimpan di ruangan tersebut.

“Jadi utamanya berkas perkara tidak ada di sini, alat bukti tidak ada di sini. Di sini hanya SDM saja. Tahanan dibelakang aman semua, jadi berkas perkara tahanan aman,” kata Burhanuddin.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah tidak mungkin berbohong dan menutup-nutupi sesuatu dalam kasus kebakaran gedung Kejagung.

“Tidak mungkin pemerintah itu berbohong, menyembunyikan sesuatu dalam situasi seperti ini. Karena sekarang masyarakat punya alatnya sendiri untuk tahu dan membongkar,” kata Mahfud, seperti kutipan dari kompas.