Kebelet Viral, Seorang Dokter Ungkap Privasi Pasien
Ilustrasi Dokter (foto : istimewa)

Kebelet Viral, Dokter Ungkap Privasi Pasien – Media sosial telah menjadi sarana bagi para penggunanya untuk memperoleh ketenaran secara instan. Terlepas dari berbagai kontroversi untuk memperoleh perhatian atau likes dan komentar, terkadang beberapa profesi pun rela menabrak segala kode etik profesinya untuk mendapatkan hal yang semu ini.

Dalam dunia kerja yang menuntut profesionalitas, tidak semua peristiwa boleh diunggah di media sosial. Apalagi jika si pengunggah terikat dalam sebuah kode etik profesi, yang diwajibkan pada saat ia melakukan sumpah jabatan. Pengacara dan dokter dalam hal ini merupakan dua profesi yang dituntut dan dilindungi oleh undang-undang. Bukan hanya itu pengacara dan dokter juga turut serta merahasiakan segala peristiwa yang menyangkut kerahasiaan klien maupun pasiennya.

Namun, dengan adanya godaan untuk memperoleh ketenaran secara instan ini, beberapa tenaga kesehatan dan dokter rupanya lupa akan sumpah mereka. Dengan berlaku lagaknya polisi moral, rekam medis dari pasien diunggah agar ditanggapi oleh netizen.

Contohnya, seorang tenaga kesehatan yang mengungkap kehamilan pasiennya padahal pasien tersebut belum menikah. Seolah menjadi pengungkap aib, Nakes tersebut justru menjadi contoh. Betapa media sosial bisa merubah orang dengan profesi yang terhormat menjadi alay.

Sumpah Hippokrates Dokter Tak Lagi Bermakna

Meskipun, identitas dari pasien tersebut disamarkan, namun di dalam peraturan perundangan, rekam medis secara keseluruhan harus dijaga kerahasiaannya. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (UU Kedokteran).

Pasal 48 ayat (1), UU Kedokteran menyatakan bahwa dokter dan dokter gigi wajib merahasiakan apapun yang ia ketahui tentang pasiennya. Hal ini bahkan berlaku hingga pasien tersebut meninggal.

Rekam medis merupakan hal yang harus dianggap suci dan dijaga kerahasiaannya. Hal ini merupakan sumpah yang diucapkan oleh seorang dokter, yang dikenal dengan Sumpah Hippokrates.

Baca Juga : THR ASN akan Cair Penuh! Ini Dia Besarannya

Beberapa poin dalam Sumpah Hippokrates adalah:

”And whatsoever I shall see or hear in the course of my profession, as well as outside my profession in my intercourse with men, if it be what should not be published abroad, I will never divulge, holding such things to be holy secrets.

Dan apa pun yang saya lihat dan dengar dalam proses profesi saya, ataupun di luar profesi saya dalam hubungan saya dengan masyarakat, apabila tidak diperkenankan untuk dipublikasikan, maka saya tak akan membuka rahasia, dan akan menjaganya seperti rahasia yang suci.

Now if I carry out this oath, and break it not, may I gain for ever reputation among all men for my life and for my art; but if I transgress it and forswear myself, may the opposite befall me.

Apabila saya menjalankan sumpah ini, dan tidak melanggarnya, semoga saya bertambah reputasi di masyarakat untuk hidup dan ilmu saya, akan tetapi bila saya melanggarnya, semoga yang berlawanan yang terjadi.”