Kebijakan Lockdown Berbenturan dengan
beritapapua.id - Kebijakan Lockdown Berbenturan dengan "Ora Obah Ora Mamah" - Kompas

Kebijakan Lockdown Berbenturan dengan “Ora Obah Ora Mamah” – “Ora obah ora mamah” adalah pepatah dari Jawa yang artinya tidak bergerak maka tidak makan. Inilah kehidupan nyata masyarakat Indonesia khususnya, segawat apapun keadaan selama masih bisa bergerak maka aktivitas harian tetap dijalankan seperti biasa.

Di tengah pandemi seperti sekarang ini kebijakan pemerintah untuk pencegahan pandemi COVID-19 terus disosialisasikan, dari acara cuci tangan pakai sabun, penyemprotan disinfektan, memakai masker, menjaga jarak dan diam di rumah. Terlihat nyata untuk yang terakhir ini susah untuk dijalankan, apalagi bagi masyarakat yang tinggal dipedesaan.

Baca Juga: Bantuan Langsung Tunai Akan Segera Cair Setelah Lebaran

Salah Satu Dampak dari Lockdown bagi Masyarakat

Bagi orang kantoran sudah pasti menyesuaikan aturan yang ada untuk bekerja di rumah, mereka bekerja dengan mengandalkan tehnologi. Bisa dengan fasilitas zoom mereka tetap mengadakan pertemuan, lewat media online bisa menyelesaikan pekerjaan dan gaji mereka tetap lancar dibayarkan. Secara ekonomi tidak begitu terpengaruh walau tetap tinggal di rumah.

Tapi beda bagi pegawai swasta apalagi para pencari penghasilan harian seperti pedagang, petani dan pencari rejeki lainnya. Mereka akan mati kutu bila terlalu lama diam di rumah, dapur tak akan berasap karena tak ada uang untuk beli beras yang ditanak. Kebutuhan hidup harus dipenuhi namun penghasilan tidak ada.

Makanya Lockdown itu tidak akan bisa berjalan sesuai harapan kalau tidak ada jaminan kebutuhan harian bagi rakyat, karena mereka butuh uang untuk memenuhi kebutuhannya. Kalau diam saja maka keluarga tidak bisa makan, tidak ada uang untuk belanja dan membayar listrik. 

Oleh karena itu, agak susah juga bagi Indonesia untuk memutus penyebaran virus ini. Karena kebutuhan hidup lebih menakutkan daripada COVID-19 sehingga rakyat tetap pergi bekerja dan mau tak mau harus berinteraksi dengan orang lain dan bisa menjadi pembawa virus.

Mari renungkan secara pribadi untuk kepentingan bersama, keselamatan negeri lebih utama namun rakyat juga butuh mengisi perut untuk bertahan hidup.