Kecubung Tanaman Beracun dan Memabukkan
kitapastibisa.id - Kecubung Tanaman Beracun dan Memabukkan - Lovely Bogor

Tanaman kecubung (Datura metel) ditemukan oleh ahli botani bernama Charles Linnaeus pada tahun 1753. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan tropis yang dapat ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, Indonesia dan Benua Amerika. Kecubung ada beberapa jenis, diantaranya kecubung gunung marga Brugmansia, kecubung pendek, dan kecubung wuluh marga Datura.

Kajian ilmiah menyatakan bahwa kecubung dengan bunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis kecubung yang mengandung zat alkaloid lainnya. Seperti pada beberapa tanaman yang memiliki manfaat yang sama seperti akar tuba, daun bandotan dan biji karet, tanaman kecubung mengandung senyawa alkaloid tropan yang sangat beracun.

Tanaman yang bunganya berbentuk terompet ini, kerap disalahgunakan untuk penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius karena daun kecubung berkhasiat sebagai anestesi. Hal itu terutama karena tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi pada otot lurik.

Baca Juga: Liburan Asik Dengan Menikmati Keindahan Alam Teluk Bintuni

Kecubung Sebagai Obat Impotensi

Di India, biji kecubung yang dihaluskan dan dicampur lemak menjadi obat luar bagi penderita impotensi. Selain itu, obat tersebut dipercaya mampu menambah daya tahan seksual. Manfaat lain dari kecubung, selain untuk mengatasi flu dan impotensi, juga baik untuk meredakan asma dan sakit gigi.

Menurut data BNN (2014), kecubung sering disalahgunakan sebagai bahan narkotika dan penggunaannya tercatat mencapai 3% dari kelompok halusinogen lainnya. Efek yang dihasilkan dari konsumsi kecubung serupa dengan penggunaan LCD, magic mushroom atau marijuana yang juga memiliki kandungan alkaloid jenis halusinogen.

Bagaimana pun, tindakan mabuk-mabukkan dengan kecubung ini seharusnya memang tidak dilakukan. Atas dasar hanya ingin tahu saja atau pun alasan yang lainnya semua tidak dapat diterima. Apalagi sebagai generasi penerus bangsa, daripada diisi oleh hal yang tidak berguna seperti itu, lebih baik lakukan sesuatu yang bermanfaat. Cukup kita “mabuk” akan keindahan bunganya saja.

Terlepas dari efek halusinogen pada tanaman ini, di Kabupaten Kepulauan Yapen di Papua tanaman ini digunakan untuk mengurut kaki yang keseleo. Cara penggunaannya adalah dengan memakai kira-kira 1-3 bunga terompet dari kecubung dicampur dengan minyak kelapa murni yang dibuat sendiri, didiamkan selama satu minggu, setelah itu ditambahkan minyak tawon dan minyak kayu putih. Campuran tadi selanjutnya digunakan untuk mengurut kaki yang keseleo.