Kehilangan Saat Parkir
Ilustrasi Tempat Parkiran

Kehilangan Saat Parkir Kendaraan di Mall – Seringkali kita masih terkecoh dengan transfer of liability atau pengalihan tanggung jawab yang dilakukan oleh pengelola parkir atau gedung-gedung perbelanjaan maupun apartemen pada secarik kertas yang bertuliskan “kehilangan bukan tanggung jawab pengelola”.

Kehilangan Saat Parkir

Kendaraan hilang pun kita anggap sebagai suatu kondisi naas, atau “lagi apes”. Kita melupakan bahwa tanggung jawab atas kehilangan sesuatu, ada pada penanggung jawab area ketika titipan tersebut kita lakukan. Dalam hal ini pengelola parkir. Klausula baku merupakan suatu kewajaran dalam sebuah perikatan atau perjanjian yang diproduksi secara massal. Klausula baku adalah sah berlaku sebagai perjanjian yang mengikat. Maka, yang menjadikan klausula baku menjadi batal demi hukum adalah jika dalam klausula perjanjian mencantumkan adanya pengalihan tanggung jawab.

Gugatan Ganti Rugi Terhadap Pengelola Parkir

Baca juga: Ini 5 Manfaat Jus Bayam untuk Kesehatan!

Kehilangan kendaraan bermotor merupakan tanggung jawab dari pengelola parkir dan menjadi hak dari pengguna layanan parkir. Pengguna parkir berhak untuk menerima ganti rugi jika terjadi kehilangan. Dalam hal ini telah terjadi beberapa kasus kehilangan yang berujung gugatan oleh konsumen, yang dimenangkan oleh pengadilan.

Salah satu kasus yang menjadi yurisprudensi dari kasus yang serupa adalah: Kasus Anny Gultom pada tahun 2000. Anny merupakan pelanggan yang berbelanja di daerah Mangga Dua, Jakarta Pusat. Dia menitipkan kendaraannya berupa Toyota Kijang pada area yang dikelola oleh Securindo Packatama Indonesia (SPI).

Setelah selesai berbelanja, Anny menemukan mobil yang diparkirnya sudah raib dari area parkiran. Meskipun karcis parkir masih dipegangnya sebagai bukti tanda parkir. Anny menuntut ganti rugi dari pengelola parkir, yakni SPI, namun pengelola berdalih dengan klausula baku yang mengalihkan tanggung jawabnya sebagai pengelola parkir.

Anny pun menggugat pengelola parkir di pengadilan, dan perkara ini dimenangkan oleh Anny hingga ke Putusan Kasasi, yang menghukum SPI sebagai tergugat untuk memberikan ganti rugi sebesar Rp60 juta rupiah pada tahun 2000-an awal.

Apa Saja Pasal yang Dilanggar SPI?

Baca juga: Helm Hilang Tanggung Jawab Siapa?

Sebagai pengelola, dengan hilangnya kendaraan bermotor pada area yang menjadi tanggung jawabnya, SPI telah melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelanggaran itu khususnya pasal 18 ayat (1) yang melarang klausula eksonerasi atau pengalihan tanggung jawab.

Yang kedua, hakim menganggap SPI sebagai pengelola parkir telah melanggar ketentuan Pasal 1366 Kitan Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Hukumnya menyebutkan “Setiap orang bertanggung-jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan karena perbuatannya, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan karena kelalaiannya atau kurang hati-hatinya”.

Jadi, jika kita kehilangan kendaraan bermotor dan seisinya pada area parkir yang dikelola oleh sebuah perusahaan pengelola parkir. Maka, kita berhak menerima ganti rugi atas nilai kehilangan yang diderita.