Kejari Manokwari Tahan Dua Tersangka Korupsi Dana Situs Mansinam
beritapapua.id - Kepala seksi pidana khusus Kejaksaan Negeri Manokwari I Made Pasek Budiawan (foto : antara)

Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari akhirnya menahan dua tersangka tindak pidana korupsi dana hibah Provinsi Papua Barat tahun 2017/2018. Atas tindakan kedua tersangka, negara mengalami kerugian senilai Rp5,5 miliar.

Kepala Seksi Pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Manokwari I Made Pasek Budiawan, juga telah membenarkan hal tersebut pada, Selasa (15/6/2021).

“Kedua tersangka ME dan RJN sudah kami jebloskan ke lapas Manokwari sebagai tahanan titipan jaksa selama 20 hari ke depan. Eksekusi itu setelah polisi melakukan tahap II atau menyerahkan tersangka bersama barang bukti pada Senin petang kemarin,” ujar Budiawan.

Ia menjelaskan pada tahun 2017 hingga 2018, Badan Pengelola Situs Pekabaran Injil Mansinam menerima dana hibah senilai Rp9 miliar dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. Dan dengan rincian Rp5 miliar pada tahun anggaran 2017 dan Rp4 miliar pada tahun anggaran 2018.

Baca Juga : Kegiatan Sekolah Daring di Jayapura Tidak Berjalan Secara Efektif

Ia juga menjelaskan bahwa kedua tersangka terjerat hukum lantaran hasil audit BPKP terhadap pemanfaatan dana hibah bantuan pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap badan pengelola situs pekabaran Injil Mansinam tahun 2017-2018 senilai Rp9 miliar terdapat kerugian negara Rp5,5 miliar.

“Dari total Rp9 miliar dana hibah 2017/2018, terdapat kerugian negara senilai Rp5,5 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” kata Budiawan.

Budiawan juga menuturkan bahwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah ini, tersangka ME berperan sebagai bendahara. Dan tersangka RJN yang juga sebagai oknum pendeta yang berperan sebagai Pelaksana Tugas Ketua Badan Pengelola Situs Pekabaran Injil Mansinam.

Kejari Akan Melimpahkan Berkas Ke Pengadilan Tipikor Manokwari

Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa berkas tersangka ME dan RJN akan segera dilengkapi dalam waktu singkat. Dan setelah itu akan segera melimpahkannya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manokwari.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jusak Wabia, mengatakan situs religi di Pulau Mansinam yang punya potensi pariwisata itu seakan terabaikan, karena minim koordinasi lintas sektor di daerah.

“Saya katakan ini karena proyek pembangunan hingga pengelolaan Situs Mansinam bukan program dari Dinas Pariwisata,” kata Wabia.

Ia akui kegiatan proyek pembangunan situs-situs religi di Pulau Mansinam dikerjakan langsung oleh Kementerian PUPR melalui instansinya di daerah.