Kelanjutan Kasus Korupsi Jiwasraya
beritapapua.id - Kelanjutan Kasus Korupsi Jiwasraya - Media Indonesia

Setelah sebelumnya sempat memeriksa puluhan saksi dari berbagai pihak, seperti OJK, Bursa Efek Indonesia, Jiwasraya, sejumlah perusahaan sekuritas. Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap seorang saksi dari kasus dugaan pidana korupsi PT. Asuransi Jiwasraya. Ia adalah Rosita dari perusahaan sekuritas yang melantai di Bursa Efek Indonesia, selaku Sales Daewoo atau PT. Mirae Sekuritas.

Dilansir dari cnnindonesia.com Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan Saksi tersebut diperiksa terkait dengan proses jual beli saham dalam pengelolaan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang masuk dalam jaminan perusahaan sekuritas yang bersangkutan. Selain itu, pihak penyidik juga sudah melakukan penyitaan aset hingga mencapai Rp. 17 triliun dalam kasus tindak pidana korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero). Jumlah itu bertambah usai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan nilai kerugian negara.

Baca Juga: SMSI Papua Barat Dukung Dewan Pers Tolak Pasal Karet

Penyidik Masih Melakukan Pelacakan Aset

Sementara itu, sampai saat ini pelacakan aset masih dilakukan oleh penyidik guna mencari alat-alat bukti baru dalam pengembangan penyidikan kasus ini. Oleh sebab itu meskipun kasus tersebut sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pelacakan masih akan terus dilakukan. Aset tersangka yang berhubungan dengan kasus korupsi Jiwasraya yang disita nantinya akan digunakan sebagai alat bukti di persidangan ataupun untuk mengembalikan kerugian negara.

Dalam persidangan sebelumhya, diketahui terdakwa telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp. 16,8 Triliun. Mereka adalah Direktur Utama PT. Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT. Trada Alam Minera Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT. Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo. Mantan Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan pada PT. Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, serta Direktur PT. Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Selain itu, Kejaksaan Agung juga menetapkan 13 korporasi sebagai tersangka dalam perkara ini. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan manajer investasi yang diduga terlibat dalam pelarian uang nasabah, antara lain PT. DM/PAC, PT. OMI, PT. PPI, PT. MD, PT .PAM, PT. MAM, PT. MNC, PT. GC, PT. JCAM, PT. PAAM, PT. CC, PT. TVI, dan PT. SAM.

Kejaksaan juga telah menetapkan tersangka baru yang merupakan pejabat aktif di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang saat ini menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Pasal Modal II Periode 2017-sekarang. Ia disebutkan telah mengetahui proses penyimpangan transaksi saham yang berkaitan dengan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2016 ketika masih menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal IIA pada OJK.