Kembang Gembos Nama Ganjar Pranowo di Kasus E-KTP
beritapapua.id - Kembang Gembos Nama Ganjar Pranowo di Kasus E-KTP - Tempo

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di pusaran kasus korupsi e-KTP  beberapa kali disebut dalam dakwaaan dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Sugiharto.

Ganjar Pranowo pada 10 Mei 2019 lalu pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dengan tersangka Markus Nari.

Pemeriksaan terhadap Ganjar dalam kapasitasnya sebagai wakil ketua komisi II DPR-RI, telah dilakukan berkali-kali dalam pusaran yang sama dengan tersangka yang berbeda, dari pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, pengusaha Adni Agustinus alias Andi Narogong, hingga mantan ketua DPR, Setya Novanto.

Setya Novanto pernah menyebut Ganjar menerima uang US$500 ribu dari proyek e-KTP saat Ganjar masih menjabat menjadi pimpinan di Komisi II DPR. Namun Ganjar Pranowo membantahnya berkali-kali, baik di dalam maupun di luar persidangan. Ia bersih kukuh tidak menerima uang dari proyek tersebut.

Mantan Pimpinan Komisi II DPR itu menjelaskan bahwa pembahasan anggaran proyek e-KTP dilakukan bersama mitra kerja Komisi II, Kemendagri. Menurut Ganjar, saat itu ada kebutuhan untuk mencetak e-KTP di sekitar 100 lebih kabupaten. Sehingga penambahan anggaran dirasa perlu.

Baca Juga: Gubernur Dominggus Lantik 3 Kabiro, 9 Kabag dan 27 Kasub Bagian

PDIP Sempat Berusaha Bersihkan Nama Ganjar Pranowo

Sebagai penggawa dan kader moncer dari PDIP, Ganjar diisukan mendapat perlakukan khusus menjelang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018. Upaya pemulihan dan pembersihan namanya dilakukan oleh DPC PDIP Purworejo dalam kampanye dan sosialisasi nama Gubernur yang menjadi media darling ini.

Menurut Ketua DPC PDIP Purworejo, Luhur Prambudi, tuduhan yang dialamatkan kepada ganjar tidak berdasar. Ia juga meyakini Ganjar tidak terlibat korupsi e-KTP. Ganjar merupakan salah satu pimpinan Komisi II DPR yang ikut dalam pertemuan pada Mei 2010. Pertemuan itu dilakukan sebelum digelarnya rapat dengar pendapat antara Kemendagri dan Komisi II DPR.

Dalam Pertemuan Mei 2010 tersebut terdapat beberapa anggota DPR seperti Chaeruman Harahap, Taufik Efendi, Mustoko Weni, Teguh Djuwarno, Ignatius Mulyono, dan Arif Wibowo, yang juga dihadiri Muhammad Nazaruddin dan Andi Naragong. Mustoko juga menjamin Andi akan memberikan sejumlah fee kepada anggota DPR dan Pejabat Kemendari.

Hingga kini belum ada kelanjutan penyidikan terhadap Ganjar Pranowo. Kasus e-KTP yang mencatut nama Ganjar Pranowo seperti terhenti di tahun 2019. Kasus mega korupsi yang belum menemui anti klimaksnya ini akan terus memunculkan nama-nama baru dalam rangka penegakan hukum sebagai panglima.