Kemelut Kisah Si Daun Bungkus Papua
Beritapapua.id - Kemelut Kisah Si Daun Bungkus Papua - Okezone

Kemelut Kisah Si Daun Bungkus Papua – Daun tiga jari atau yang dikenal sebagai daun bungkus merupakan tanaman herbal yang terkenal. Sebagian besar penggemarnya berasal dari kaum pria dewasa. Tanaman ini seakan tak lekang oleh waktu. Dari dulu hingga saat ini pun masih banyak dicari.

Mereka yang memburu tanaman ini percaya akan khasiat mujarab dari tanaman ini. Salah satu pamor dari daun bungkus adalah kemampuannya memperbesar ukuran kemaluan pria. Bahkan, sebagian masyarakat percaya tanaman herbal ini bisa mengatasi berbagai permasalahan vitalitas pria.

Meski dunia medis sangsi akan kemampuan dari tanaman herbal ini, masih banyak orang yang mencarinya. Bahkan tahun 2019 lalu, Vice memberitakan seorang pria yang terdampak efek samping dari daun bungkus. Kemaluannya bengkak dan melepuh setelah menggunakan tanaman ini.

Namun percaya atau tidak, komoditi ini laris manis bahkan merambah hingga kancah internasional. Dikutip dari wartaekonomi, A.M. Adnan, Plt. Sekretaris Badan Karantina Pertanian (Barantan), menyebut bahwa daun bungkus merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis tinggi.

Lantas, bagaimana kisah si daun tiga jari ini?

Baca Juga: Rempah Indonesia Yang Baik Bagi Daya Tahan Tubuh

Kisah Daun Tiga Jari: Antara Sugesti dan Kepercayaan

Kemelut Kisah Si Daun Bungkus Papua
Beritapapua.id – Kemelut Kisah Si Daun Bungkus Papua – Sehatq

Daun ini terkenal dari bagian timur Indonesia, Papua. Salah satu wilayah yang terkenal akan tanaman ini adalah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Bagi masyarakat lokal, tanaman ini adalah barang biasa.

Tak seperti masyarakat kota besar lainnya yang melihat daun bungkus sebagai tanaman berisiko, masyarakat Biak Numfor menganggapnya lumrah. Mereka dijual bebas, bahkan digunakan sebagai media pengobatan. Mantri atau asisten dokter biasanya menggunakan tanaman ini untuk memperbesar kemaluan pria.

Pasien yang mencari jasa pembesar penis kerap datang kepada mantri. Jasa memperbesar penis dengan daun ini tidak memiliki tarif khusus. Namun, berdasarkan informasi penjajah dapat meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

Cara mengolahnya terbilang sederhana. Daun ditumbuk hingga halus kemudian dicampur dengan minyak kelapa murni. Campuran itu kemudian dioleskan atau digunakan untuk membungkus kemaluan.

Meski terbilang lumrah, penggunaannya harus berhati-hati. Mama Ina, salah satu penjaja daun bungkus, menyebutkan bahwa daun ini mempunyai risiko besar.

“Makanya banyak hasil bungkusan itu rusak atau tak sesuai dengan ukuran. Itu tambah lama pengobatannya,” ujar Mama Ina.

Bahkan, salah seorang pengguna lebih setuju bahwa efeknya lebih kepada sugesti.

Pandangan Medis Pada Daun Bungkus

Dunia medis sangsi akan kemampuan daun bungkus. Mereka menyebut bahwa belum ada rekam jejak medis soal bukti kemampuan daun tiga jari itu. Namun, terdapat satu kajian etnografi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan soal tanaman ini.

Penelitian itu membenarkan khasiat dari daun ini. Daun tiga jari yang dibungkuskan ke kemaluan pria mampu memperbesar ukurannya. Namun, hal ini terjadi karena adanya cairan yang tersumbat pada bagian tubuh tertentu.

Meski ukurannya berubah, namun penelitian tersebut mengatakan bahwa fungsi otot kemaluan pria berpotensi berkurang karena perubahan ukuran tersebut.

Ada banyak bukti yang membahas efek samping dari daun bungkus. Antara lain:

  1. Rasa panas atau terbakar pada penis
  2. Penis lecet dan melepuh
  3. Infeksi kelamin, yakni munculnya peradangan dan nanah
  4. Alat kelamin rusak
  5. Gangguan fungsi alat kelamin pada kasus yang berat.

Oleh karenanya, dokter tidak akan menganjurkan penggunaan tanaman ini untuk membantu urusan vitalitas pria.