Kemenag Mendirikan Laboratorium Keagamaan Kita Cinta Papua
Beritapapua.id - Kemenag Mendirikan Laboratorium Keagamaan Kita Cinta Papua - MSN

Kemenag Mendirikan Laboratorium Keagamaan Kita Cinta Papua –┬áSebagai bagian dari penguatan program Kita Cinta Papua (KCP), Kementerian Agama mendirikan laboratorium keagamaan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Sorong.

Hal ini dilakukan guna mendorong percepatan pembangunan bidang agama dan pendidikan keagamaan di kawasan Indonesia timur. Dan meningkatkan kualitas sumber daya putra-putri Orang Asli Papua (OAP), melalui peningkatan sarana dan prasarana peribadatan, sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan akhlak dan kualitas iman.

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani yang melakukan peresmian laboratorium keagamaan tersebut mengatakan bahwa Pendidikan di madrasah tidak hanya transformasi ilmu akan tetapi harus ada proses transformasi nilai. Menurut Ali Ramdhani para guru madrasah di Papua yang terus berjuang mendidik di tengah segala keterbatasannya.

Meski berada dalam keterbatasan, Dhani berpesan para guru agar terus memperbaharui pengetahuan di era masa kini. Sebab eksistensi guru tergantung pada kemampuan untuk terus belajar dengan perkembangan saat ini.

Baca Juga: Polemik Mengenai RUU Larangan Minuman Beralkohol

Program Kita Cinta Papua

Kemenag Mendirikan Laboratorium Keagamaan Kita Cinta Papua
Beritapapua.id – Kemenag Mendirikan Laboratorium Keagamaan Kita Cinta Papua – VOI

Ramdhani mengatakan dalam rangka memperkuat program KCP, penting untuk melakukan pembangunan budaya kerja yang transformatif dan humanis. Menurutnya, guru juga harus mampu berperan sebagai pemimpin. Pemimpin lahir untuk melayani umat. Maka perlu untuk mengedepankan sikap humanisme dalam mengajar. Artinya proses pendidikan yang berlangsung di madrasah harus mampu menampilkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Dan kepemimpinan yang transformatif adalah dia yang mampu melakukan seluruh kaidah kepemimpinan ketika ada hal yang dipandang perlu dilakukan,” kata Ramdhani mengutip dari Republika.

Ramhani juga mengingatkan, setiap proses kegiatan belajar mengajar di madrasah, jangan sampai menjadi beban tersendiri bagi anak didik. Sebab pendidikan di madrasah tidak hanya transformasi ilmu akan tetapi harus ada proses transformasi nilai. Jangan sampai membebani anak didik dengan hal yang di luar kemampuan mereka. Sebab esensi dari humanisme adalah menempatkan sesuai pada tempatnya sesuai dengan porsinya.

Lebih lanjut, Kemenag juga menemui para guru madrasah untuk meningkatkan ilmu yang berkembang saat ini. Para guru madrasah yang ada di bawah binaan Kemenag diberi keterampilan bagaimana belajar yang menyenangkan di tengah serba keterbatasan. Selain itu, para guru yang tersebar di wilayah Papua Barat ini juga dibekali keterampilan untuk bisa membuat konten pembelajaran melalui gadget atau handphone secara mudah sehingga para guru diharapkan mampu berkreasi secara cepat dan mampu mengembangkannya.